Jumat, 06 Juni 2014

Akhirnya Tanggallah Jilbab

Yahudi punya banyak cara untuk membuat para wanita Islam menanggalkan jilbabnya, bukan hanya itu, bahkan mereka dengan mudahnya mendoktrin para wanita Islam yang belum berjilbab dengan berbagai cara sehingga semua wanita merasa bahwa jilbab itu hanya tren saja bukan kewajiban sehingga masa tren jilbab sudah habis, jilbabpun boleh ditanggalkan. 

cara yang mereka tempuh sebenarnya adalah cara-cara tersembunyi yang terkadang kita tidak pernah terfikir sampai pada titik tersebut. Terkadang kita berfikir bahwa apa yang ada saat ini adalah normal dan itulah dunia tinggal landas (zaman sekarang).

Saya akan coba jabarkan beberapa cara para Yahudi merasuki para wanita Islam untuk menanggalkan kewajibannya.
1) jika telah berumur 20 tahun terkadang seorang wanita remaja berfikir bahwa dia telah dewasa hingga apapun keputusan yang dia ambil itu sudah barang tentu bisa baik. karena dia dewasa, tidak perlu lagi bantuan orang lain. hal ini ada di dalam hati dan fikiran wanita remaja efek dari tontonan dan televisi. Pada dasarnya, tontonan yang ada saat ini adalah cara halus dan lembutnya Yahudi menghancurkan hakekat seorang wanita. Tontonan yang di sajikan setiap jamnya tidak ada lagi yang bermutu. Bahkan acara yang seharusnya membimbingpun bisa merusak. misalnya (Islam Masa Kini) saya lupa nama stasiun TV nya, karena memang sudah 4 bulan belakangan saya tidak menonton televisi. memang saya akan kurang update, namun bagi saya itu lebih baik dari pada merusak akidah saya yang masih labil ini. di acara tersebut, sekitar 4 bulan yang lalu atau 3 bulan yang lalu saya lupa, nah saya sempat melihat iklannya. Seorang host wanitanya menggunakan manset coklat tanpa dipasangkan baju lagi, lalu menggunakan model jibab yang lagi ngetren saat ini sehingga dada yang hanya memakai manset tadi jelas tanpak. Ini salah satu cara Yahadi merusak Islam. judulnya "Islam Masa Kini", jika di kaji secara bahasa (karena saya berkecimpung di dunia bahasa dan pragmatik) ini sudah tentu memberikan pemaknaan bahwa begitulah Islam Masa Kini, dengan laki-laki yang berpakain koko rapi dan wanita yang hanya dibalut dengan manset. Setau dan sepengetahuan saya, manset itu adalah dalaman yang digunakan seorang wanita dengan fungsi sebagai pelindung badan dan jika sampai pada tangan, bisa sebagai penutup lengan (batas aurat wanita). Namun itu dijadikan baju luar. (rendahnya derajat wanita masa kini sama dengan wanita zaman purba yang hanya menggunakan dalaman saja). kita tidak akan pernah berfikir ini adalah jebakan. Akhirnya, tanggallah jilbab.

2) Semaraknya iklan-iklan pemutih sampai pada menghilangkan bulu-bulu sehingga jiwa remaja akhirnya goyah juga, beberapa wanita remaja hingga yang telah dewasa mencoba berbagai formula pemutih ini, jika telah berhasil sudah barang tentu ingin diperlihatkan kepada khalayak. pada akhirnya kita masuk pada jebakan para syaitan itu. Sebab tidak bisa dipungkiri, jiwa kita adalah jiwa yang ingin dipuji dan disanjung.  Bahkan bisa saja menggunakan celana yang menampakkan betis (pengalaman penulis saat berada pada titik terendah). Akhirnya tanggallah jilbab.

3) sebagian wanita Islam biasanya berjilbab selain pada tren masa kini , (coba lihat tulisan saya di Tren Jilbab sebagai Fenomena Perusak Akidah ), namun juga karena adanya penyakit kulit pada kepala, baik kutuan, ketombean sampai pada penyakit bagian kepala lainnya, hingga inipun menjadi peluang teruntuk para Yahudi menanggalkan jilbab wanita Islam. Mereka saat ini telah membuat berbagai merek sampo yang beragam dengan berbagai keunggulan dan harga murah yang ditawarkan. sampo tidak lagi sulit dijumpai saat ini. Setelah bersampo, rambut menjadi cantik dan berkilau (iklan sampo) tentu saja naluri manusianya (pamer dan ingin disanjung) keluar menjadi perusak benteng diri. Akhirnya tanggallah jilbab.

Sebenarnya masih ada yang bertahan dengan jilbab dan niat berjilbab, bahkan para Yahudi namanya jika mereka tidak merusak Islam. wanita yang saat ini masih istiqomah mulai dirisihkan harga-harga jilbab yang tebal dan besar dengan harga yang melambung tinggi, jika dibandingkan dengan harga jilbab pasaran jelas harga yang ditawarkan untuk jilbab para wanita istiqomah ini berbanding hampir 99%. bagaimana tidak, untuk jilbab dipasaran yang tipis hanya dijual 10 ribu. itu jika di Riau (tempat penulis bermukim) bagaimana pula jika itu di daerah Jawa yang notabene kehidupan di sana semua benda dihargai murah mungkin bisa 3 lembar itu 10 ribu.bandingkan dengan jilbab tebal dan berbahan dingin serta lebar, huuuuuuuu..harga berkisar pada 100ribu hingga 300ribu. itu untuk yang bermotif dan berbagai aksesoris. jika jilbab harian mungkin berkisar 30ribu hingga 50 ribu. Bagi wanita yang tidak tahan dan hitung-hitungan ini sudah bisa menjadi alasan menanggalkan jilbabnya. Akhirnya Tanggallah Jilbab.

Ini juga harus menjadi perhatian kita bersama terutama untuk para sahabat saya yang tetap istiqomah dengan jilbabnya, jangan jadikan alasan mahal ini yang pada akhirnya melepaskan mahkota terindah itu. karena ini adalah jebakan. ingat. JEBAKAN.

Anggap saja, harga mahal ini sebanding dengan harga kosmetik yang kita beli untuk memamerkan aurat kita. tahan diri dan jaga diri dengan jilbab.

Fikirkan saja dan camkan saja dalam hati kecil kita, harga mahal ini adalah investasi kita kepada Tuhan untuk saham Akhirat kita. biarlah di dunia kita bermahal-mahal menjaga makhota kepala ini, asalkan nanti kita dihadiahi ratusan bahkan ribuan jilbab yang terbuat dari sutra hijau zulfikar yang lembut dan sejuknya tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata apapun.

saya saat ini juga sedang belajar menapaki kembali jalan terjal yang saya pernah terjatuh ke lembahnya. saya harus menapaki dan terus menapaki. tentu saja yang namanya berjalan, pasti ada aral yang akan menggangu perjalanan kita. namun saya yakin bila niat ada dan keinginan kita kuat. Allah tidak akan tinggalkan kita sendirian.

Saya menulis ini bukan karena saya sekokoh dan seistiqomah para wanita lain, tidak. tapi karena saya punya kewajiban untuk menyampaikan kepada sahabat saya, karena saya juga punya kewajiban mengingatkan diri saya. Bagi saya untuk mengingatkan diri saja, beginilah caranya. Dengan saya menuliskan ini, pasti saya akan terlalu terpicu utnuk bisa lebih dan lebih bersemangan lagi menapaki jalan saya.

FUNGSI ANGGOTA TUBUH (MULUT)



Tugas Semantik
Nama Kelompok :
1.      Arfi Adilla
2.      Asna
3.      Enny Melita
4.      Nuraini Astria yasmi
5.      Zunnurul Laila
            Kita mengenal beberapa organ tubuh yang ada pada tubuh kita. Salah satunya yaitu mulut. Mulut memiliki beberapa fungsi. Diantaranya ada lima puluh fungsi mulut yang akan dijabarkan sebagai berikut.
                                   
Fungsi Mulut
Ø  Mulut
1.      perasa
2.      makan
3.      minum
4.      menggigit
5.      mengunyah
6.      menelan
7.      mencicipi
8.      meludah
9.      berbicara
10.  bernyanyi
11.  membaca
12.  bersenandung
13.  berbohong
14.  berkata kotor
15.  berzikir
16.  memanggil
17.  menyebut
18.  berceramah
19.  mangaji
20.  azan
21.  bercerita
22.  berteriak
23.  berbisik
24.  mengeluh
25.  merintih
26.  mencerca
27.  memfitnah
28.  menjilat
29.  berlipstik
30.  berdecak
31.  memuji
32.  menggunjing
33.  tersenyum
34.  tertawa
35.  berdengkur
36.  sendawa
37.  mencibir
38.  mengejek
39.  mengajar
40.  menasehati
41.  bersiul
42.  menghina
43.  menghasut
44.  berceloteh
45.  bertanya
46.  memerintahkan
47.  berseru
48.  berdebat
49.  berdiskusi
50.  menyanggah

PASANGAN KATA YANG PELAFALANNYA HAMPIR SAMA



50 puluh pasangan kata yang mempunyai bunyi pelafalan yang hampir sama. sebagai berikut.

  1. Mata-mati
  2. Beli-bali
  3. Hutang-hitung
  4. Tanggal-tinggal
  5. Buka-buku
  6. Lama-lima
  7. Bantu-buntu
  8. Batu-buta
  9. Lagu-lagi
  10. Bintang-bentang
  11. Warna-warni
  12. Hajar-hujar
  13. Mudah-murah
  14. Kasur-kasir
  15. Barang-baring
  16. Dari-tari
  17. Jalan-jalin
  18. Lesung-langsing
  19. Bisa-basi
  20. Dadu-dagu
  21. Bola-beli
  22. Marah-merah
  23. Gila-geli
  24. Baju-baja
  25. Hapus-halus
  26. Kapal-kapan
  27. Sering-kering
  28. Senang-menang
  29. Benda-bendi
  30. Perang-parang
  31. Masak-masuk
  32. Motor-kotor
  33. Maut-baut
  34. Jaminan-jalinan
  35. Tangkas-tangkis
  36. Besar-benar
  37. Tulang-pulang
  38. Pintu-panti
  39. Kakak-kakek
  40. Butuh-buruh
  41. Makam-makan
  42. Toko-kokoh
  43. Salah-kalah
  44. Tambal-timbul
  45. Kaca-kacu
  46. Keris-keras
  47. Bundar-pundar
  48. Gedung-gudang
  49. Maling-malang
  50. Pasar-pasir

Selasa, 03 Juni 2014

Tren Jilbab sebagai Fenomena Perusak Akidah

Saya menulis ini sebagai efek kehidupan saya pribadi. Saya terlahir dan dibesarkan oleh seorang ayah dan ibu yang notabene adalah orang yang cakap dan paham perkara agama. terutama fiqh Islam. kepergian ayah menghantarkan saya kepada keterpurukan yang dalam dan amat dalam.

jilbab menjadi musuh terbesar saya di mulai saya mengenal benda yang bernama ekstasi dan sejenisnya. jilbab menggagu aktivitas ngefly saya. ya...itulah saya. Kisah kelam itu dimulai pada tahun 2008 hingga berakhir di Mei 2010.
Pertemuan cinta yang maha dahsyat yang mengahantarkan saya kembali pada tempat asal saya (Islam), bertemu dengan seorang laki-laki yang membawa saya kembali sadar.

Tahun 2013 saya kembali mengenakan jilbab setelah saya kembali memperbaiki syahadat saya, tepat di hari jadi kelahiran saya 16 Juni 2013. awalnya  Sebagai wanita yang tidak ingin ketinggalan zaman dan tetap modis,saya mencari-cari di halaman web google model-model tutorial penggunaan hijab. itu berawal di bulan Ramadhan tahun lalu, 2013 dengan niat, saya akan kenakan di hari raya
Tren jilbab menjadi semakin hebat ketika Fatin Shidqia Lubis menang kompetisi menyanyi X Factor. Tidak disangka Fatin yang berjilbab bisa jadi artis terkenal. Itu juga menambah keren budaya berjilbab yang semakin gaul saja bentuknya menurutku yang baru saja kembali mengenal Islam. bagiku tren jilbab semakin menjamur di masyarakat Indonesia. Orang yang tadinya sekedar memakainya karena disuruh sekolah dan orang tua, sekarang jadi mereka pakai kemana-mana seperti semua pakaian mahal lainnya. Dan yang paling hebatnya lagi, anak-anak gadis SMK yang tadinya berjilbab sama sekali tiba-tiba menggunakan jilbab.
aku sebagai seseorang yang tidak pernah bisa puas begitu saja, bahkan sebagai orang yang selalu memiliki pertanyaan-pertanyaan baru tentang kejadian-kejadian yang terjadi dalam keseharianku membuat aku menjadi mencari-cari apa sebenarnya makna disebalik tren jilbab belakangan ini. belum lagi, bulan Maret lalu itu aku sempat melihat tayangan di televisi yang menyajikan acara hiburan Muslim Word (sempat menjadi perbincangan hangat juga saat ngumpul di kost sahabatku Asna hari senin lalu). 


pantaskah seorang wanita memperagakan anggota tubuhnya dikhalayak ramai dengan berlandaskan pada kata "kan pakaian muslim bukan pakain fashion yang marak belakangan oleh desainer yang menyediakan pakaian menampakan aurat"

tapi, apapun alasannya tetap saja itu merupakan kesalahan yang vatal.


baik, itu akan kita bahas minggu depan ya.
kita kembali keperkara jilbab.
setelah hampir satu bukan penuh aku berkutat dengan berbagai kesibukan kampus dan anak-anak rumah baca akhirnya aku temukan juga jawabannya saat berada di dalam mobil pulang dari makan malam, malam tadi.
Ternyata jilbab yang mereka pakai bukanlah jilbab yang kualitasnya terlalu bagus. Jilbab-jilbab itu terlalu tipis. karena tipisnya, kita masih akan bisa melihat bentuk rambut mereka dengan sangat jelas ketika para perempuan ini memakainya. Padahal harusnya jilbab itu bisa menutupi bentuk kepala dan rambutnya. Itulah jilbab yang dimaksud dalam Islam. (saya pun masih demikian).


bagi saya pribadi dan mungkin bagi kebanyakan wanita masa kini, ini bukanlah sepenuhnya kesalahan kita dan mereka, aku pribadi bilang  jilbab yang seperti itulah yang banyak dijual di pasaran, adapun jilbab yang tebal harganya mahal. (pengalaman pribadiku bersama sahabat yang kesulitan mencari jilbab  untuk hadiah ultah keponaanku beberapa bulan yang lalu ketika dapat justru harganya sangat mahal).


Semuanya menjadi jelas dalam kepalaku. Ini semua bagian dari sebuah skenario besar para yahudi. Kini aku mengetahui apa yang akan terjadi. Para Yahudi ini sedang merencanakan sebuah agenda untuk mencopot jilbab dari kepala semua perempuan gadis di negeri ini. Mereka punya sebuah cara yang sangat bagus dan terencana dengan sangat baik.

Sekarang para artis di TV dan artis di sinetron sudah rata-rata mulai berjilbab, itulah yang menyebabkan jilbab jadi ngetren. Ditambah lagi, di pedagang kaki lima sekarang dijual jilbab-jilbab murah sepuluhribuan. Tidak ada lagi harga yang mahal, tidak ada lagi asa malu untuk memakainya, dan tidak ada lagi rasa gatal, karena kini jilbab menjadi tren.

Seseorang yang dulunya menggunakan jilbab  karena agama kini tak perlu lagi keberatan dengan semua bebannya karena sekarang jilbab juga merupakan fashion. Kini berkat kreasi para perancang busana, jilbab juga bisa dipakai secara cantik. Sudah ada begitu banyak model-model jilbab yang baru-baru. Sebenarnya agak aneh kalau pertama dilihat tapi lama-lama cantik juga. sebenarnya terngiang difikiran.

"ini sebenarnya sesuai tidak ya dengan syariat agama ? tapi kalau aku tidak memakainya bisa ketinggalan zaman ni?" 
akhirnya tidak lagi memperdulikan syariat dengan penggunaan hijab ini. kita jadi takut merasa kalah cantik dan kalah saing. 

Bahkan sampai detik ini membaut saya heran, biasanya suatu model baju jadi ngetren harganya naik tapi harga jilbab tak naik-naik hanya kisaran 20ribuan sampai 50 ribuan saja. tentu saja wanita yang seperti saya pribadi ini menjadi kabar syurga, apalagi bagi saya yang baru kembali mengenal Islam. wuuuuuuuu....

Begitulah sejatinya syaitan, dia tidak akan merusak Islam (rukun islam) kita, namun ia akan rusak rukun Iman kita (akidah) . kepercayaan kita akan dirusak. kita akan di doktrin habis-habisan oleh berbagai motif jilbab dan tern jilbab jika kita tinggalkan artinya kita ketinggalan zaman. 


Para yahudi ini tahu dan cerdas  bagaimana cara menanggalkan jilbab yang tergantung dikepla para wanita muslimah (atas dasar agama) bukan dengan cara pakasa, sebab jika dipaksa sudah barang tentu jilbab ini akan koyak, namun dnegna cara hakus dan pelan. ya seperti yang telah saya nyatakan.
Yang jadi pertanyaan

Apakah jilbab kita masih memberi bayangan rambut ?
Apa kita memakai jilbab tapi baju kita lengan pendek dan ketat?
mungkin untuk menjawab ini diperlukan tindakan yang nyata, agar terjawab bukan secara kaprah namun secara lahiriah Islam.
Sahabatku yang cerdas hatinya, tujuan memakai jilbab yang sebenarnya adalah untuk menghindarkan kita dari perhatian lelaki. Jilbab itu berguna untuk menutupi kecantikan kita supaya kecantikan kita itu murni hanya milik suami kita nanti. saya rasa kita betul-betul butuh untuk diingatkan kembali alasan sebenarnya

coba rujuk postinganku satu minggu yang lalu  "Alasan Wanita Berdandan" 
postingan yang dibuat atas dasar percakapan kami di kost sahabatku Asna


Semua yang berlaku pada diri kita harus dijadikan pertanyaan, setelah itu maka jawablah dengan menelaah semua yang ada. sebab setiap detik dalam hidup memilki pembelajaran yang berarti dari Tuhan.

"Urus Saja Dirimu Sendiri"



Postingan ini berawal dari kejadian di kampus tanggal 02 Juni 2014 tepatnya hari senin.
Hari itu menjadi hari yang paling berduka bagiku, aku tidak bisa mengontrol emosiku dikarenakan sahabat yang tidak memperdulikan dirinya saat diberi peringatan.
“Urus Saja Dirimu Sendiri” 

“Kalau aku mau berjilbab atau tak, itu bukan urusan kamu!” 

“Kalau aku mau buang makanan ini. Terserah aku dong!” 
"kalau aku mau ngefly terserah aku lah, aku ngefly karena aku nyaman"
“Kau urus aja urusanmu, Aku urus urusanku sendiri, jangan ikut campur.” 

Sahabatku pasti selalu mendengarkan kata-kata di atas, bahakan secara tidak sadar pernah melontarkan kata-kata demikian bukan ? itu hanya sebagaian kecil saja kata-kata murahan yang aku posting.


selalu orang menganggap apa yang menjadi miliknya adalah haknya. Dari sini timbul pemikiran bahwa tentu saja kita berhak penuh untuk menentukan apa yang terjadi dengan apa yang kita miliki.
 misalnya kita di suruh menggunakan jibab tetapi sahabat justru memaki kita menyatakan kalau kita ini sok alim dan sebagainya. Atau bisa jadi  kita punya makanan, tentu kita bebas ingin menyimpannya, memanaskannya ulang, membuangnyaatau memakannya. Tentu kita bebas pula mau kapan dimakan, sekarang, nanti atau tunggu basi. Kebanyakan orang berpikir begitu. 
dulu ini belum begitu parah, namun setelah kita memasuki abad tinggal landas ini yang mana antara dinding satu dengan dinding lainnya sudah tidak lagi saling mengenal. kita cendrung berfikir individualis. saya sendiri merasakan lelahnya membangun kebersamaan itu kembali, jangan satu kompleks perumahan, satu kelas di kampus saja saya angkat tangan dan mulai lambai-lamabai ke kamrenya Tuhan. kita tidak lagi pantas di katakan sebagai makhluk sosial yang berakal. tidak pernahkah kita berfikir bahwa kucing saja masih menjaga kelompoknya, itik saja masih pulang petang beriringan, lalu kita manusia ?

jawab sendiri saja ya.

“Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik dari mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (kafir). (QS Ali Imran: 110)a saat tak ada yang mengingatkan orang akan mulai berpikir bahwa itu tidak salah. Aku juga tak mau masuk neraka gara-gara aku gak mengingatkanmu tentang hal ini.”

Bagi orang yang suka ngefly,
Siapa bilang, nyawamu itu milikmu sendiri? Kau tidak memiliki apapun! Kau adalah hamba ciptaan Tuhan. Tuhanlah yang memilikimu, dan dia yang berhak atas dirimu. 

Seperti pengarang dalam novel, Tuhan bebas menentukan alur cerita hidup kita. Tapi Tuhan adalah pemilik kemahaan. Dia juga memberi kita kesempatan untuk merubah diri jika kita mau berusaha. 
nikmat Tuhanmu yang mana lkagi yang hendak kamu dustakan sahabatku ?



Jadi jangan salahkan lagi kalau ada orang yang berusaha menghentikan usaha bodoh ngeflymu. Karena mereka ingin menyelamatkan Agama, Jiwa, Harta, dan Keturunanmu. sama halnya seperti masa laluku.

ini Pula yang menjadi alasan aku sibuk dengan urusan kebaikan sahabat-sahabatku. Aku begitu mencintai sahabat-sahabatku, sebab dulu...jika sahabat-sahabatku tidak memperdulikan aku mungkin aku telah menjadi wanita yang lebih hina daripada  jalanan yang suka ngefly.



SEBURUK APAPUN KEHIDUPAN, KEHIDUPAN SENDIRI ADALAH SESUATU YANG HARUS DISYUKURI. 
saat ini, kita harus membuka mata, hati dab perasaan kita..lihatlah betapa Tuhan masih sangat mencintaimu, jika Tuhan enggan dan telah bosan melihat kejahatanmu bukan hal sulit untuk Tuhan melenyapkan kehdiupanmu. 
bisa saja dia ambil hartamu dengan kebakaran, banjir bandang dan sebagainya sebab dengan harta limpahan yang engakau miliki tak sehelai jilbabpun engkau sanggup membelinya.

Sabtu, 31 Mei 2014

Aku suka Menyimak Hujan



Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari (Kitab al-Istisqa`, Bab Ma Yuqalu Idza Amtharat, 2/518, no. 1032) dari Aisyah Radhiallahu ‘anhu,

أّنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ، قَالَ: اللهم صَيِّبًا نَافِعًا.

"Bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam jika melihat hujan, maka beliau berucap : (ALLAHUMMA SHOYYIBAN NAFI'AN)

'Ya Allah, jadikanlah ia hujan yang bermanfaat'."

Diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majah, bahwa beliau mengucapkan :

اللهم صَيِّبًا نَافِعًا، مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا.

"Ya Allah, jadikanlah ia hujan yang bermanfaat," sebanyak dua atau tiga kali. (Shahih, telah disebutkan dan dibicarakan pada no. 557).

Asy-Syafi'i ٌRahimahullah meriwayatkan dalam al-Umm dengan sanadnya sebuah hadits mursal dari Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda :

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ اِلْتِقَاءِ الْجُيُوْشِ، وَإِقَامَةِ الصَّلاَةِ، وَنُزُوْلِ الْغَيْثِ.

"Carilah terkabulnya doa pada saat bertemunya dua pasukan, saat shalat didirikan, dan saat turun hujan."(Hasan. Telah disebutkan sebelumnya pada no. 117).

Asy-Syafi'i berkata, "Aku telah mendapati banyak orang yang mencari terkabulnya doa pada saat turun hujan dan pada saat shalat didirikan."

Berhubung Akhir2 ini Sering turun hujan maka jangan lupa perbanyak berdo'a,Insya Allah terkabul doanya

semoga bermanfaat


Allah menurunkan karunia hujan dengan hikmah-Nya. Apa saja hikmah diturunkannya hujan oleh Allah saat ini? Berikut beberapa hal yang saya simpulkan dari berbagai penjelasan ulama:

1. Wujud nyata dari rahmat Allah untuk seluruh makhluk

Allah Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28). Yang dimaksudkan dengan rahmat di sini adalah hujan sebagaimana dikatakan oleh Maqotil.[1]

2. Rizki bagi seluruh makhluk

Allah Ta’ala berfirman,

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

“Dan di langit terdapat rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS. Adz Dzariyat: 22). Yang dimaksud dengan rizki di sini adalah hujan sebagaimana pendapat Abu Sholih dari Ibnu ‘Abbas, Laits dari Mujahid dan mayoritas ulama pakar tafsir.[2]

Ath Thobari mengatakan, “Di langit itu diturunkannya hujan dan salju, di mana dengan sebab keduanya keluarlah berbagai rizki, kebutuhan, makanan dan selainnya dari dalam bumi.”[3]

3. Pertolongan untuk para wali Allah

Allah Ta’ala berfirman,

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأَقْدَامَ

“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).” (QS. Al Anfal: 11)

Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah mengatakan, “Hujan yang dimaksud di sini adalah hujan yang Allah turunkan dari langit ketika hari Badr dengan tujuan mensucikan orang-orang beriman untuk shalat mereka. Karena pada saati itu mereka dalam keadaan junub namun tidak ada air untuk mensucikan diri mereka. Ketika hujan turun, mereka pun bisa mandi dan bersuci dengannya. Setan ketika itu telah memberikan was-was pada mereka yang membuat mereka bersedih hati. Mereka dibuat sedih dengan mengatakan bahwa pagi itu mereka dalam keadaan junub dan tidak memiliki air. Maka Allah hilangkan was-was tadi dari hati mereka karena sebab diturunkannya hujan. Hati mereka pun semakin kuat. Turunnya hujan ini pun menguatkan langkah mereka. … Inilah pertolongan Allah kepada Nabi-Nya dan wali-wali Allah. Dengan sebab ini, mereka semakin kuat menghadapi musuh-musuhnya.”[4]

4. Sebagai alat untuk bersuci hamba-hamba Allah

Dalilnya adalah sebagaimana disebutkan dalam point ke-3, Allah Ta’ala berfirman,

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ

“dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu” (QS. Al Anfal: 11). Imam Ats Tsa’labi mengatakan, “Air hujan ini bisa digunakan untuk menyucikan hadats dan junub.”[5]

5. Permisalan akan kekuasaan Allah menghidupkan kembali makhluk kelak pada hari kiamat

Hal ini dapat kita saksikan dalam beberapa ayat berikut ini.

وَاللّهُ أَنزَلَ مِنَ الْسَّمَاء مَاء فَأَحْيَا بِهِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ” (QS. An Nahl: 65)

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالاً سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْموْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al A’rof: 57)

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاء فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأَنْعَامُ حَتَّىَ إِذَا أَخَذَتِ الأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلاً أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.” (QS. Yunus: 24)

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al Baqarah: 164)

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat: 39)

وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ

“Dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” (QS. Qaaf: 11)

6. Adzab atas para pelaku maksiat

Hal ini dapat kita lihat pada firman Allah Ta’ala tentang adzab pada kaum Nuh,

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .”” (QS. Hud: 44)

Allah Ta’ala juga menceritakan mengenai kaum ‘Aad,

فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (24) تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لَا يُرَى إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (25)

“Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (QS. Al Ahqaf: 24-25)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

وَكَانَ إِذَا رَأَى غَيْمًا أَوْ رِيحًا عُرِفَ فِى وَجْهِهِ . قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْغَيْمَ فَرِحُوا ، رَجَاءَ أَنْ يَكُونَ فِيهِ الْمَطَرُ ، وَأَرَاكَ إِذَا رَأَيْتَهُ عُرِفَ فِى وَجْهِكَ الْكَرَاهِيَةُ . فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّى أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ عُذِّبَ قَوْمٌ بِالرِّيحِ ، وَقَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا ( هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا ) »

“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mendung atau angin, maka raut wajahnya pun berbeda.” ‘Aisyah berkata, “Wahai Rasululah, jika orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu girang. Mereka mengharap-harap agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka.” Beliau pun bersabda, “Wahai ‘Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adaah adzab. Dan pernah suatu kaum diberi adzab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum ‘Aad) ketika melihat adzab, mereka mengatakan, “Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.”[6]

Sajian ini diambil dari buku penulis yang sudah diterbitkan Pustaka Muslim dengan judul Panduan Amal Shalih di Musim Hujan.

Wallahul muwaffiq.
 
Muslim.Or.Id