Aku bukan wanita yang sempurna, ya...tiada kita yang sempurna dalam sifat, karenanya Tuhan menciptakan berpasangan, baik-jahat, cantik-buruk, berat-ringan dan sebagainya.
aku adalah perempuan yang ditakdirkan pada kesesatan, kehilangan Ayah awal aku ngefly, pemakai ekstasi, arak oplos , semua benda haram sudah masuk pada tubuhku..namun bukan aku tiada merasa ini dosa, aku rasa badan tiada guna....ada rasa teringin bunuh diripun ada. tapi takdir Tuhan pula berkata lain, Tuhan tunjuk aku satu cinta yang maha dahsyat. hingga sampai detik aku menuliskan tulisan ini pun aku selalu inginkan dia menjadi jiwa pendamping perjalanan hidupku, yang mengarahkan aku selalu pada agamaku.
pertemuan itu membawaku pada tahun 2013 bersyahadat kembali pada agamaku. Islam
menolak takdir Tuhan tiada siapa yang akan bisa, sebab Takdir sudah dari awal Tuhan Sirahkan, dari Rahim ibu saat ruh mulai ditiupkan pada jasad mungil kita....kita tidak akan bisa memberikan hidayah kepada siapapun, hanya bertugas memingingatkan dan mengarahkan...bukan menghujat apalagi mencela. Sebab hidayah akan diberikan kepada seseorang yang akan dihendaki oleh Tuhan.
siapa yang dikehendaki ?
tentunya orang-orang yang benar-benar tulus ingin kembali pada jalan yang lurus itu. seperti yang tercantum pada Al-Qur'an surah Al-Fathihah ayat ke-6. maka pantaskah manusia lain yang merasa baik dan taat beribahadah melupakan orang-orang yang tulus ini ? inilah lagi tugas kita sebagai orang yang telah baik dan cakap dalam agama ini mendekati dan mengarahkan mereka kepada hidayah Tuhan itu.
aku ada cerita, yg satu bernama "Logika" & yg satunya lagi bernama "Takdir".Keduanya naik mobil dalam sebuah perjalanan yang panjang.. Di tengah perjalan mobil mereka kehabisan bahan bakar. Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam.
Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan. Si Logika memutuskan untuk tidur di bawah sebatang pohon. Sedangkan si Takdir memilih tidur di tengah jalan.
Logika berkata kepada Takdir:
" Kamu gila! Kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat & melindas tubuhmu."
Takdir menjawab:
"Saya tdk akan tidur kecuali di tengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku & mengajakku bersamanya."
Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon & Takdir tidur di tengah jalan. Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi. Tatkala ia melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dengan mendadak, tapi sayang ia tidak bisa.
Akhirnya ia membanting stir & mobil itu berbelok ke arah pohon & langsung menabrak Logika, & selamatlah si Takdir.
Inilah kenyataan hidup, Takdir memainkan peranannya di tengah-tengah manusia. Kadang-kadang sekalipun ia bertentangan dengan Logika.
Maka boleh jadi terjadinya delay dlm penerbangan ada keselamatan di balik itu.
Boleh jadi tertunda kita mendapatkan hak kita karena ada hak orang lain yg selama ini kita abaikan & kita tidak memperdulikan.
Boleh jadi kita terlambat menikah ada keberkahan di balik itu. Boleh jadi kita belum dikaruniai anak ada kebaikan di balik itu.
Boleh jadi aku yang telah dipenuhi barang haram ini dihinakan dan direndahkan serendah-rendahnya sebab Tuhan nak tunjukkan takdir aku selepas ini
terkadang, dari kehancuran diri dan jiwa seseorang belajar menjadi bijak. ada tipe manusia yang diuji baru dia mendekat..ada tipe orang yang bila disapa baru ia tersenyum, nah..begitulah sejatinya hidup..Tertundanya pertolongan & kemenangan pasti ada manfaat yg sangat besar di belakang itu.
"Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagimu."(Al Baqarah:216)
Oleh krn itu, optimislah selalu....& tetap Tersenyumlah Cantik!!!
Minggu, 12 Januari 2014
Kamis, 02 Januari 2014
Tapak sejarah diriku di 2013
31 desember 2013
04.23 wib
Aku terbangun
ku lakukan ritual bangun tidur dan subuhku
saat ku khatamkan Juz 13 kembali aku mengingat ingat, apa yang telah aku perbuat selama satu tahun ini. . bertepatan pula jadwal kaji kami SHSJ (satu Hari Satu Juz) adalah juz 13, sama seperti berkahirnya tahun ini 2013
Tepat dibulan kelahiranku. Juni.
01 Juni 2013
Aku di vonis oleh dr. Aimisrun terkena serangan tumor kedua
Allahurabbi, saat itu surah Ar-rahman. . banyangan senyum ayah,ibu, kakak-kakak,kepompong-kepompong, kuncup-kuncup bunga kecilku, sahabat-sahabatku serta orang-orang yang membenci menjadi penguatku
Semenjak itu aku menjadi pribadi yang seakan hanya senyum yang membuat aku kuat
Berfikir bahwa aku adalah seseorang yang istimewa.
Itu. Hanya itu yang aku fikirkasn.
aku selalu ingin menjadi motivator teruntuk sahabat-sahabatku.
Hari-hariku kembali diisi dengan terapi, antibiotik, suntikan, minunman-minuman herbal dan ya. . asupan makananku hanya obat, obat dan obat.
Tak lagi makan daging, olahan daging,ikan asapan, ikan asinan dan aku kembali menjadi wanita vegetaria.
Di tengah tubuh yang lemah dan drop akibat efek sinar-sianr radioterapi dan obat-obatan yang masuk ketubuhku, semangatku justru bangkit, yang aku fikirkan bagaimana bila aku mati hari ini, aku meninggalkan satu karya besar untuk dunia dan akhiratku.
Aku mulai menulis, menulis dan menulis
Autobiografi yang pernah ku buat sebelumnya kembali aku publikasikan
cerita-cerita nyata tentang hidupku aku tulis dalam bentuk cerpen
aku menulis berbgai cerita untuk kepompong-kepompongku, kuncup-kuncup bunga kecilku.
Aku harus berdakwah sekalipun hanya lewat tulisan, bagiku tulisan mampu merubah perabdaban. Dan aku ingin tulisanku ampu menjadi satu gambaran kecil betapa sabar dan ikhlas itu indah.
Di saat seperti itu aku merasakan betapa indahnya ujian Tuhan.
Sejak itu ayah selalu hadir dalam mimpi-mimpiku.
Ayah selalu katakan
“semuanya akan indah pada waktunya”
“dan inpun akan berlalu”
”makhluk kecintaan Langit”
kata-kata itu selalu diungkapkan ayah dalam mimpiku dengan senyum yang selalu diumbarnya untukku, di saat itu pulalah aku merasakan betapa dahsyatnya Tuhan hadirkan aku di tengah keluarga, sahabt, dan orang-orang yang membenciku yang mereka semua adalah orang-orang yang Tuhan dampingkan untukku sebagai orang yang istimewa.
16 Juni 2013
Hari itu adalah hari dimana 20 tahun yang lalu aku dilahirkan dengan nama Zunnurul Laila (cahaya dua malam)
ya. . malam dihari kelahiranku dan malam dimana aku dimuliakan oleh rusukku.
Di dua malam itu ayah ingin cahaya kebahgian adalah milikku. Mengiri kelahiran dan mengiringi masa aku menjadi seorang istri dan ibu untuk suami dan anak-anakku.
Itu yang di ucapkan ayah padaku.
Mulai dari malam 16 Juni 2013 itu tarusan do’a dari keluarga, sahabat-sahabtku baik dari forum, serikat maupun perorangan, yang lucunya. Orang yang membencikupun mengucapkan hppy millad padaku J
Alhmdulillah pujiku saat itu. Tak sia-sia selama ini ku katakan bahwa orang yang membenciku bukanlkah yang membenciku namun yang mencintaiku , menginginkan diriku agar lebih baik lagi, seb
abnya ia mengkritikiku agar aku berubah kepada yang lebih baik. Hanya saja cara ia mengungkapkannya belum menurut agama.
Malam tanggal 17 Juni 2013
Setelah aku tunaikan salat isyaku, aku dikejutkan oleh kehadiran anak-anak forum dan sanggar MARA serta anggota SCOPHIA
mereka memberiku kejutan party
“Allhu Akbar” bisikku. .
Lagu HAPPY BRITH DAY TO YUO yang diganti lirik dengan
“Alhamdulillah wa Syukurillah
Alhmadulillah Wa syukurillah
sahabt kami masih diberi kesempatan dakwah
potong kuenya tanda berbagi reskinya
potong kuenya tanda berbagi reskinya”
menjadi satu lagu yang begitu menggetarkan jiwaku
ya. . . bukan kali ini saja kejutan party ini dan lagu itu dinyanyikan tapi entah kenapa, malam itu aku begitu menghargai bahwa Tuhan masih beri aku kesempatan untuk bernafas
entah mungkin karena kondisi kesehatanku yang tidak baik.
tak habis sampai di situ saja, tanggal 19 Juni 2013
pukul 11.32 wib
sahabat-sahabtku Arfi Adilla, Asna, Enny Melita dan Siti Rahmatun kembali memberikan kejutan party untukku. Sungguh suatu kebahagian tersendiri buatku.
Disetiap subuhku aku selalu berdo’a agar Tuhan selalu mengindahkan senyumku dan mentenagai diriku untuk membantu orang lain sekalipun hanya lewat kata-kata.
Ya. . niatku menjadi psikolog aku ingin menjadi motivator
Semenjak itu semuanya aku lewati dengan senyum
Tuhan pasti akan mengkahiri segalanya dengan indah, bila bukan sekarang, nanti.
Sebabnya Tuhan mengujiku agar aku siap menerima kejutan indah Tuhan itu.
ya begitulah aku menciptakan mantara-mantra kesembuhanku J
November-Desember
Aku tidak pernah tahu kekuatan dari mana yang Tuhan beri untuk diriku hingga aku kembali berani mengenal cinta
Jujur, aku seorang wanita pengidap penyakit gila
Gila dalam artian, aku pernah berada di titik terendah dalam hidupku
akibat dari aku yang ditinggal oleh orang yang aku cintai “Ahmad Nasri” (ayahndaku)
sang idola keduaku setelah Nabi Muhammad, sang motivatorku, orang yang selalu memanjakanku, mengajariku makan hidup, mendoktrinku tentang islam dan iman.
Semenjak kepergiannya 6 tahun silam, aku begitu membenci cinta. Selalu aku ungkapkan tentang ini dalam ratusan catatan-catatanku baik yang aku publikasikan maupun yang aku tulis dalam buku hijauku untuk Tuhanku.
Namun, sekarang cinta itu kembali tuhan hadirkan dalam hati kecilku,
Ia hadirkan laki-laki yang aku inginkanpun ia seperti ayah, kepribadiannya, kecintaannya, dan perjuangannya akan agama ini.
Aku selalu katakan, aku akan selalu hubungkan cinta ini lewat Tuhan, aku tak ingin cintaku kali ini kembali membawaku pada titik terendah itu lagi
Aku tak ingin kembali menjadi orang yang paling hina di mata Tuhanku
Cinta hadir karena Allah, karenanya aku Mencintainya Karena Allah
Aku senang, setiap tulisanku menjadi motivasi untuk sahabatku Roza Novitra Sari, Fitriana rose, Alfandri naldi, Muthitara, kak Hevina, kak Risna Yaalmi, Nur’aini fitria, Diana hadi, zainal abdil dan semua anak-anak didik 2010, yang saat inipun mereka tengah ditempa ketangguhannya oleh tuhan dengan penyakit yang istimewa, aku selalu katakan padanya bahwa kita ini adalah makhluk yang istimewa hingga Tuhan akan uji kenaikan kelas kita dimata-Nya dengan yang istimewa maka bila kita sanggup melewati ujiannya maka kita akan menjadi makhluk kecintaan langit.
Ayah selalu menggilku dengan panggilan “syaulul” ( yang Istimewa) karenanya aku bangga memilki beliau. Dengan panggilan itu aku ingin menjadi seperti apa yang dipanggil ayah, menjdi yang istimwa utnuk mkhluknya dan menjadi yang istimewa tuk Tuhanku.
Saat ini aku masih menjadi bidadari aYah, yang malaikatpun juga tahu kalau aku adalah Bidadari ayah J
Aku ingin kelak menjadi syahidah seperti syahidnya ayahku
Berkumpul bersama ayah di Syurga bersama ibu, kakak-kakaku, kepompong-kepompongku, kuncup-kuncup bungaku, rusukku dan anak-anakku kelak.
Berada di taman yang hijau dengan mutiara bening hijau yang bergelantungan bak anggur disetiap pohon disudut taman syurga, dengan kaki yang selalu suci dan bersih karena air-air jernih yang mengalir diseluruh taman.
Aku sellau bermimpi ingin membangun rumah sakit
“RS SYAULUL”
Mimpi yang selalu aku do’akan dalam Tahajjud panjangku, agar di tahun depan aku bisa mulai membangunnya, musthil memng, tapi itulah yang aku impikan, bila Tuhan berkehendak maka Tuhan akan nyatakan Mimpiku ini, biarlah orang mencibirku, meludahiku bahkan mengatakan aku gila tapi aku yakin Tuhan punya skenario yang indah untukku
Kunfayakunn (jadi maka jadilah )
2013 adalah Tahun dimana aku menemukan jati diriku
Membentuk kepribadianku
Tahun dimana aku mempu kembali mencintai agama, kelurga dan sahabat-sahabatku
Tahun dimana aku mampu menjadi motivator untuk diriku
2013 bagiku adalah tahun yang penuh dengan ujian yang indah, aku punya sahabat-sahabat baru SHSJ (Satu Hari Satu Juz), sehingga dengan hadirnya mereka menjadi motivator buatku
2013 adalah tahun penuh ujian, cinta, senyum dan kebahagiaan bagiku
Aku akan tinggal Tahun 2013
BismillahirahmaniRaahimm
2014 masehi
Aku sambut dengan suka dan selawat keatas nabi
Pada akhirnya aku selalu katakan
Maka Tersenyumlah Cantik!!!
:) Zunnurul Laila Binti Ahmad Nasri :)
04.23 wib
Aku terbangun
ku lakukan ritual bangun tidur dan subuhku
saat ku khatamkan Juz 13 kembali aku mengingat ingat, apa yang telah aku perbuat selama satu tahun ini. . bertepatan pula jadwal kaji kami SHSJ (satu Hari Satu Juz) adalah juz 13, sama seperti berkahirnya tahun ini 2013
Tepat dibulan kelahiranku. Juni.
01 Juni 2013
Aku di vonis oleh dr. Aimisrun terkena serangan tumor kedua
Allahurabbi, saat itu surah Ar-rahman. . banyangan senyum ayah,ibu, kakak-kakak,kepompong-kepompong, kuncup-kuncup bunga kecilku, sahabat-sahabatku serta orang-orang yang membenci menjadi penguatku
Semenjak itu aku menjadi pribadi yang seakan hanya senyum yang membuat aku kuat
Berfikir bahwa aku adalah seseorang yang istimewa.
Itu. Hanya itu yang aku fikirkasn.
aku selalu ingin menjadi motivator teruntuk sahabat-sahabatku.
Hari-hariku kembali diisi dengan terapi, antibiotik, suntikan, minunman-minuman herbal dan ya. . asupan makananku hanya obat, obat dan obat.
Tak lagi makan daging, olahan daging,ikan asapan, ikan asinan dan aku kembali menjadi wanita vegetaria.
Di tengah tubuh yang lemah dan drop akibat efek sinar-sianr radioterapi dan obat-obatan yang masuk ketubuhku, semangatku justru bangkit, yang aku fikirkan bagaimana bila aku mati hari ini, aku meninggalkan satu karya besar untuk dunia dan akhiratku.
Aku mulai menulis, menulis dan menulis
Autobiografi yang pernah ku buat sebelumnya kembali aku publikasikan
cerita-cerita nyata tentang hidupku aku tulis dalam bentuk cerpen
aku menulis berbgai cerita untuk kepompong-kepompongku, kuncup-kuncup bunga kecilku.
Aku harus berdakwah sekalipun hanya lewat tulisan, bagiku tulisan mampu merubah perabdaban. Dan aku ingin tulisanku ampu menjadi satu gambaran kecil betapa sabar dan ikhlas itu indah.
Di saat seperti itu aku merasakan betapa indahnya ujian Tuhan.
Sejak itu ayah selalu hadir dalam mimpi-mimpiku.
Ayah selalu katakan
“semuanya akan indah pada waktunya”
“dan inpun akan berlalu”
”makhluk kecintaan Langit”
kata-kata itu selalu diungkapkan ayah dalam mimpiku dengan senyum yang selalu diumbarnya untukku, di saat itu pulalah aku merasakan betapa dahsyatnya Tuhan hadirkan aku di tengah keluarga, sahabt, dan orang-orang yang membenciku yang mereka semua adalah orang-orang yang Tuhan dampingkan untukku sebagai orang yang istimewa.
16 Juni 2013
Hari itu adalah hari dimana 20 tahun yang lalu aku dilahirkan dengan nama Zunnurul Laila (cahaya dua malam)
ya. . malam dihari kelahiranku dan malam dimana aku dimuliakan oleh rusukku.
Di dua malam itu ayah ingin cahaya kebahgian adalah milikku. Mengiri kelahiran dan mengiringi masa aku menjadi seorang istri dan ibu untuk suami dan anak-anakku.
Itu yang di ucapkan ayah padaku.
Mulai dari malam 16 Juni 2013 itu tarusan do’a dari keluarga, sahabat-sahabtku baik dari forum, serikat maupun perorangan, yang lucunya. Orang yang membencikupun mengucapkan hppy millad padaku J
Alhmdulillah pujiku saat itu. Tak sia-sia selama ini ku katakan bahwa orang yang membenciku bukanlkah yang membenciku namun yang mencintaiku , menginginkan diriku agar lebih baik lagi, seb
abnya ia mengkritikiku agar aku berubah kepada yang lebih baik. Hanya saja cara ia mengungkapkannya belum menurut agama.
Malam tanggal 17 Juni 2013
Setelah aku tunaikan salat isyaku, aku dikejutkan oleh kehadiran anak-anak forum dan sanggar MARA serta anggota SCOPHIA
mereka memberiku kejutan party
“Allhu Akbar” bisikku. .
Lagu HAPPY BRITH DAY TO YUO yang diganti lirik dengan
“Alhamdulillah wa Syukurillah
Alhmadulillah Wa syukurillah
sahabt kami masih diberi kesempatan dakwah
potong kuenya tanda berbagi reskinya
potong kuenya tanda berbagi reskinya”
menjadi satu lagu yang begitu menggetarkan jiwaku
ya. . . bukan kali ini saja kejutan party ini dan lagu itu dinyanyikan tapi entah kenapa, malam itu aku begitu menghargai bahwa Tuhan masih beri aku kesempatan untuk bernafas
entah mungkin karena kondisi kesehatanku yang tidak baik.
tak habis sampai di situ saja, tanggal 19 Juni 2013
pukul 11.32 wib
sahabat-sahabtku Arfi Adilla, Asna, Enny Melita dan Siti Rahmatun kembali memberikan kejutan party untukku. Sungguh suatu kebahagian tersendiri buatku.
Disetiap subuhku aku selalu berdo’a agar Tuhan selalu mengindahkan senyumku dan mentenagai diriku untuk membantu orang lain sekalipun hanya lewat kata-kata.
Ya. . niatku menjadi psikolog aku ingin menjadi motivator
Semenjak itu semuanya aku lewati dengan senyum
Tuhan pasti akan mengkahiri segalanya dengan indah, bila bukan sekarang, nanti.
Sebabnya Tuhan mengujiku agar aku siap menerima kejutan indah Tuhan itu.
ya begitulah aku menciptakan mantara-mantra kesembuhanku J
November-Desember
Aku tidak pernah tahu kekuatan dari mana yang Tuhan beri untuk diriku hingga aku kembali berani mengenal cinta
Jujur, aku seorang wanita pengidap penyakit gila
Gila dalam artian, aku pernah berada di titik terendah dalam hidupku
akibat dari aku yang ditinggal oleh orang yang aku cintai “Ahmad Nasri” (ayahndaku)
sang idola keduaku setelah Nabi Muhammad, sang motivatorku, orang yang selalu memanjakanku, mengajariku makan hidup, mendoktrinku tentang islam dan iman.
Semenjak kepergiannya 6 tahun silam, aku begitu membenci cinta. Selalu aku ungkapkan tentang ini dalam ratusan catatan-catatanku baik yang aku publikasikan maupun yang aku tulis dalam buku hijauku untuk Tuhanku.
Namun, sekarang cinta itu kembali tuhan hadirkan dalam hati kecilku,
Ia hadirkan laki-laki yang aku inginkanpun ia seperti ayah, kepribadiannya, kecintaannya, dan perjuangannya akan agama ini.
Aku selalu katakan, aku akan selalu hubungkan cinta ini lewat Tuhan, aku tak ingin cintaku kali ini kembali membawaku pada titik terendah itu lagi
Aku tak ingin kembali menjadi orang yang paling hina di mata Tuhanku
Cinta hadir karena Allah, karenanya aku Mencintainya Karena Allah
Aku senang, setiap tulisanku menjadi motivasi untuk sahabatku Roza Novitra Sari, Fitriana rose, Alfandri naldi, Muthitara, kak Hevina, kak Risna Yaalmi, Nur’aini fitria, Diana hadi, zainal abdil dan semua anak-anak didik 2010, yang saat inipun mereka tengah ditempa ketangguhannya oleh tuhan dengan penyakit yang istimewa, aku selalu katakan padanya bahwa kita ini adalah makhluk yang istimewa hingga Tuhan akan uji kenaikan kelas kita dimata-Nya dengan yang istimewa maka bila kita sanggup melewati ujiannya maka kita akan menjadi makhluk kecintaan langit.
Ayah selalu menggilku dengan panggilan “syaulul” ( yang Istimewa) karenanya aku bangga memilki beliau. Dengan panggilan itu aku ingin menjadi seperti apa yang dipanggil ayah, menjdi yang istimwa utnuk mkhluknya dan menjadi yang istimewa tuk Tuhanku.
Saat ini aku masih menjadi bidadari aYah, yang malaikatpun juga tahu kalau aku adalah Bidadari ayah J
Aku ingin kelak menjadi syahidah seperti syahidnya ayahku
Berkumpul bersama ayah di Syurga bersama ibu, kakak-kakaku, kepompong-kepompongku, kuncup-kuncup bungaku, rusukku dan anak-anakku kelak.
Berada di taman yang hijau dengan mutiara bening hijau yang bergelantungan bak anggur disetiap pohon disudut taman syurga, dengan kaki yang selalu suci dan bersih karena air-air jernih yang mengalir diseluruh taman.
Aku sellau bermimpi ingin membangun rumah sakit
“RS SYAULUL”
Mimpi yang selalu aku do’akan dalam Tahajjud panjangku, agar di tahun depan aku bisa mulai membangunnya, musthil memng, tapi itulah yang aku impikan, bila Tuhan berkehendak maka Tuhan akan nyatakan Mimpiku ini, biarlah orang mencibirku, meludahiku bahkan mengatakan aku gila tapi aku yakin Tuhan punya skenario yang indah untukku
Kunfayakunn (jadi maka jadilah )
2013 adalah Tahun dimana aku menemukan jati diriku
Membentuk kepribadianku
Tahun dimana aku mempu kembali mencintai agama, kelurga dan sahabat-sahabatku
Tahun dimana aku mampu menjadi motivator untuk diriku
2013 bagiku adalah tahun yang penuh dengan ujian yang indah, aku punya sahabat-sahabat baru SHSJ (Satu Hari Satu Juz), sehingga dengan hadirnya mereka menjadi motivator buatku
2013 adalah tahun penuh ujian, cinta, senyum dan kebahagiaan bagiku
Aku akan tinggal Tahun 2013
BismillahirahmaniRaahimm
2014 masehi
Aku sambut dengan suka dan selawat keatas nabi
Pada akhirnya aku selalu katakan
Maka Tersenyumlah Cantik!!!
:) Zunnurul Laila Binti Ahmad Nasri :)
Rabu, 11 Desember 2013
Fisabilillah untuk sang TINTA HITAM
Sebut saja Ifa,
aku anak SMA TARUNA dan sekarang duduk dikelas X, ini hari senin yang
kutunggu-tunggu, tepat tanggal 16 juli ultahku yang ke-17. teman-temanku bilang
di umurku yang segini aku sudah dewasa, tapi tidak bagiku. Entahlah walaupun
aku senang dan gembira tapi persaan ku terasa gelisah.
” Fa . . .
kesini !” Bella memanggilku dengan nada keras, akupun menghampirinya sambil
memukul pundaknya.
”
Assalamualaikum. . . Ada apa, ku rasa
bisa dong manggil dengan nada pelan. ”
” Walaikum
salam . . . Ihhh . . . kamu nggak pernah
berubah, akukan udah terbiasa dengan suara yang begini, mau digimanain lagi,
suarakan nikmatnya Allah jadi aku nggak bisa
robah semau ku dong ”
”Udah ah, tadi
manggil kanyak kehilangan iman aja, sekarang ngomong kayak kesambet, ada apa,
bella cantik ?”
” Siapa sih
yang dirumah kamu ? tadi kebetulan aku lewat depan rumah kamu, ada hajatan ya,
kamu bakal ngerayain ultah ya, kamu kok nggak ngundang sih ?”
” Aku juga
nggak tau Bel, mungkin saja tamu ayah atau mungkin juga teman bunda. ”
Setelah
mendengarkan jawabanku Bella pergi keruang kelas gitu aja tampa mengucapan
salam, sepertinya ayah atau bunda akan beri kejutan untukku. Tapi perasaanku
makin tambah gelasah.
Aku belajar
seperti biasanya, dulu sebelum aku masuk kesekolah ini,ayah selalu saja
mengharapkan aku bisa lulus saat dites, masih terngiang dibenakku apa yang
dikatakan ayah, guru-guru yang bermutu, pendidikan yang terjamin, tapi ternyata
semua sama saja dengan sekolah dimana anak-anak yang tak mampu bersekolah.
Terkadang aku juga sering kesal dengan perlakuan guru-guru terhadap kami,
mereka pandai memberi tugas padahal terkadang aku dan teman-teman yang lain
belum paham dengan yang beliau ajarkan tapi kalau salah bukannya diajari malah
dihukum. Penerapan pendidikan seperti ini masih tetap saja menghantui gaya
pengajaran serta pendidikan di sekolah. Republik Indonesia tercinta ini, belum
lagi murid-murid yang sombong, membanggakan harta orang tua mereka dan setiap
ada yang tidak ku ketahui aku menanyakanya keguru, tapi kebiassaan buruk yang
terjadi di sekolahku sudah mendarah daging, yaitu menorakkan siswa yang selalu
bertanya, mereka berfikir setiap siswa yang bertanya adalah siswa yang
tergolong bodoh, namun hal itu tak menyurutkan aku untuk selalu bertanya. Ibarat kata pepatah, bak pinang di benah dua sama saja.
Waktu
istirahatpun tiba, hari ini aku puasa senini-kamis, pola diet yang selalu jadi
langgananku, aku berjalan menuju kemushala sekolah buat shalat dhuha, tak
begitu jauh dari kelasku, hanya butuh melewati 3 ruang aku akan sampai kesana. Selesai berwudhu akupun shalat.
” Ya Allah, Ya
Rahman, hilangkanlah kegelisahan hati hamba, hamba tahu, engkau maha penyejuk
setiap hati. Ya Hayyun, kuatkan hamba dalam memberi puasa ini buat kak fadly,
dia telah banyak memberikan saya pengajaran tentang arti hidup ya Allah,
jadikanlah Puasa hamba Sebagai obat Buat kesembuhannya Ya Allah. Hamba tahu engkau
pemilik obat dari segala penyakit, hamba tahu Ya allah, jabahlah Do’a Hambamu
yang lemah tak berdaya ini Ya Allah . Amin”
Bening suci
jatuh dari pelupuk mataku, fadly adalah tetangga yang selalu menemiku dikala
ayah taupun bunda sibuk dengan pekerjaan mereka. Tapi sekarang dia sedang
kritis dirumah sakit, untuk bantu dengan mareri. Mereka tidak membutuhkannya
karana mereka juga punya kehidupan yang berkecukupan sepertiku, aku hanya bisa
membantunya dengan puasaku, dengan do’aku. Karana kak Fadly sering bilang,
hidup adalah nuansa yang paling indah, namun kehidupan tidak akan terbanyar
dengan uang. Sampai sekarang aku masih
berharap kak Fadly menjelaskan apa maksud dari kata-kata itu.
Setelah aku
memasukkan mukenaku kedalam tas, akupun kembali keruanganku. Kegelisahanku tak
urung pergi, aku selalu berzikir, entah apa yang terjadi akupun bingung. Sampai
ahirnya waktu pulangpun tiba.
Aku berlari
kecil kegerbang sekolah, ternyata mang habab, sopir pribadi ayah sudah
menanti-nanti kedatanganku.aku mengajaknya buat menjenguk kak fadly kerumah
sakit.
” Mang, kita
kerumah sakit dulu ya, perasasan Ifa nggak enak dari tadi. Ifa takut kak Fadly kenapa-napa mang.”
” Iya Fa,
mamang akan antar Ifa kesana tapi sebentar saja ya”
Mamang
melajukan avanzanya kearah rumah sakit, sesampainya disana dia aku
mengajak,mamang untuk ikut bersamaku keruang kak Fadly. Tepat didepan ruangan
yang bertulisakan ” ICU” itu aku berdiri. Akau kesal tak di izinkan masuk oleh
perwatnya. Aku menghampiri ante Anna ibunya kak Fadly, sungguh sangat kurasakan
harapnya seorang ibu akan kesembuhan anakanya,.
Aku pamit karna
harus buru-buru pulang, sesampainya dirumah bukan pakaian yang aku ganti tapi
air wudhu yang akau ambil. Selepas 2 raka’at shalat aku langsung bedo’a.
” Ya Allah,
engkau penggenggam langit dan bumi, engkau maha berilmu tentu engkau mencintai
orang yang berilmu. Ya Allah tunjukkan kasihmu pada kak Fadly ya Allah, izinkan
dia untuk menunakann cita-cita untuk membuat sekolah yang benar-benar mampu
mendidik anak-anak bangsa ini Ya Rahman, selamatkan ia dari pergelutan mautnya
ya Allah. Amin”
***
Terdengar suara teriakan dari lapangan
basket, teriakan yang tidak seperti biasanya anak-anak cewek berlari-lari
bergelut dengan teman-temannya. Usut dengar usut ternyata itu suara penonton yang
ketakutan melihat anak basket cowok berantem, hal yang sudah tidak asing lagi
didengar telinga kita. Tidak terima dengan kekalahan dan akhirnya adu kekuatan
yang melibihi moral kita sebagai saudara dalam satu tujuan yaitu meraih ilmu.
Sekarang tidak
ada lagi pendidikan khusus tentang moral, hanya ada PKN dan itu sudah tidak
diperhitungkan lagi, teknologi dan sains yang dincar-incar sampai-sampai
teroris dimana-mana karna tidak ada rasa kemanusiaaan lagi yang ditanamkan di
sekolah-sekolah.
Aku selalu meresa
geram setiap kali melihat perlakuan murid-murid kepada guru-guru, tidak ada
rasa hormat, bahkan terkadang guru-guru malah dianggap teman sebaya. Mana
penghargaan buat mereka yang mampu membuat kita menjadi orang yang dipandang.
Fikiranku berlari kecil kesekolah mendengar kak Fadly menanyakan kabar
sekolahku.
” lho kok malah
menghayal sih ?”
” seperti biasa
belum ada yang berubah dengan sekolah, bahkan tadi waktu di sekolahan anak –
anak pada berantem.
Ruangan yang berAC itupun senyap tidak ada
suara, sampai aku membuka suara
” kak, hari ini
terakhir aku sekolah kak, karna ayah sudah gulung tikar, semuanya ditarik sama
Bank, ayah gagal proyek. Dan kami akan pindah. Ayah benar-benar kehilangan
semuanya, tapi aku tetap bersyukur kak, ayah masih tetap bisa bersama kami”
Kak Fadly tak
bersuara sedikitpun, dia hanya menetapaku dengan rasa iba, aku berpamitan untuk
pulang dan berpamitan untuk terakhir kalinya. Kulangkahkan kaki dengan berat
sekali, tapi tidak ada yang bisa ku perbuat.
Sekarang
hari-hari yang kujalani sangat berat, akhirnya aku meresakan juga pahitnya
hidup anak-anak jalan, tidak sekolah, bahkan makan hanya dapat satu kali dalam
sehari, belum lagi harus menghindar dari ketakutan polisi yang selalu saja
menghalangi kebahagian mereka.
Aku menatap
matahari pagi dengan rasa rindu akan kak Fadly yang selalu memberikan
ketenangan tiap kali aku merasa ketakutan,bahkan disaat akau merasa gagal
sekalipun, entah mengapa aku merasa kak Fadly pasti akan mendatangiku.
2 tahun berlalu
setelah aku meninggalakan kehidupan yang serba ada, pindah kekehidupan yang aku
sendiripun bingung untuk menjalaninya. Walaupun tak seburuk mereka yang harus
banting tulang hanya untuk menyambung hidup, tapi cita-citaku untuk menjadi
spycolog tak mampu ku gapai, bunda setahun yang lalu telah meninggalkan kami,
dan pergi dengan wanita yang katanya mampu memberikan kebahagian buatnya.
Aku dan ayah
tak membenci beliau, ayah menerima keputusan bunda, tapi aku sangat sedih,
harus kehilangn figur seorang ibu. Namun entah kenapa disaat getir seperti itu,
disaat aku melamar pekerjaan disebuah perusahaan swasta, aku bertemu dangan kak
Fadly, ternyata harapanku selama ini menjadi kenyataan, aku bercerita banyak
dengannya, tentang kuliahku yang gagal, tentang bunda juga tentang harapku akan
sistem pendidikan yang sampai sekarang belum juga berubah.
Ternyata papanya kak Fadly telah mengembangkan sayap
perusahaannya, dan tempat aku melamar pekerjaan itu adakah perusaahan milik
mereka. Beberapa bulan berjalan, aku kaget saat kak Fadly melamarku, dia beri
mahar kuliah spycolg dan berjanji akan mendirikan sekolah yayasan buat siapa
saja, namun dengan sistem pendidikan yang diimpikan selama ini.
Aku bahagia
sekali, tidak sia- sia, do’a dan juga kesabaran yang aku tuangkan dalam hidupku
selama ini, yayasan yang kami dirikan itu sekarang sudah punya 5 cabang dan
ribuan siswa –siswi. Aku juga telah menyelesaikan spycolog anak, dan sekaranga
aku sedang menjalani kuliah untuk jadi spikiater,aku ingin tahu apa yang anak
–anak inginkan, akau ingin tahu apa yang
mereka harapkan dari ilmu yang mereka peroleh, guru-guru yang mengajar di
yayasan Fisabilillah untuk sang tinta hitam, itu nama yayasan yang kami
dirikan, sebagai simbol dari perjuangan dalam meraih cita-cita pendidikan
Indonesia kami itu telah mendapatkan berbagai pengahargaan dari pemerintah,
siswa-siswi yang kami bina disana telah berkeliling dunia, menghadiri undangan
berbagai negara.
Sungguh
kekuatan cinta, ilmu, dan amal tiada tandingnya. Jika kita mampu untuk bersabar
dan terus menganggap bahwa skenario cinta Allah itu indah, aku akan terus
berjuang untuk sistem pendididkan Indonesia tercinta.
Senin, 25 November 2013
Satu Kata Untuk Cinta, Terimakasih :)
25 November 2013
Aku terbangun tepat pada pukul 04.01 WIB, entah apa yang buat aku bersemangat masa itu. aku melalukan ritual yang selalu aku lakukan setelah aku terbangun, membaca do'a bangun tidur, membaca salawat Nabi dan membaca Al-fathihah teruntuk ayah, ibu,kakak-kakak, kepompong-kepompongku,kuncup-kuncup bungaku,sahabat-sahabatku, dan teruntuk orang-orang yang membenciku.
setelah aku lakukan itu, aku keluar dari kamar menuju dapur, membersihkan diri dan ku kerjakan shalat tahajud dan sedikit membaca Al-Qur'an. Setelah itu, aku buru-buru masak dan membersihkan rumah, alhmdulillah, Subuh itu badanku terasa ringan, aku terasa sehat. Selesai aku membersihkan rumah yang kecil itu, ku dengar muadzin mengomandangkan adzan, aku mandi dan melalukan shalat Fajar dan Subuh, setelah itu aku kembali membaca Al-Qur'an, di tengah-tengah ayat ke 23 yang aku baca tiba-tiba alergi hidungku kambuh, air mataku pun keluar akibat bersin-bersin yang tak berenti, nafasku mulai sesak, ini sudah ku alami 2 tahun yang lalu, dan ini juga sudah menjadi rutinitasku setiap subuh saat ngaji, mungkin karena cuaca subuh yang dingin sehingga alergi hidungku kambuh.
Aku berbisik dalam hati, "Tuhan semoga ini hanya aku yang mengalam"
sembari itu aku ambil empat butir obat alergi hidungku, ya. . Efeknya aku jadi ngantuk, aku pun membaca do'a tidur dan ya tertidur. .
Pukul 07.23 wib, aku terbangun, lagi-lagi aku lakukan ritual bangun tidurku, aku lakukan itu karena aku bagitu menghargai waktu di saat aku dibangunkan kembali setelah tidur, karena menurutku ini kesempatan yang Tuhan bagi untukku, berarti aku masih hidup, ya begitulah caraku mensyukuri nafas dan jantung yang masih berdetak ini, saat itu pula aku teringat bahwa hari ini adalah hari memperingati hari guru
aku menghubungi, ku sampaikan selamat hari guru padanya dan ucapan terimaksih kepadanya yang telah menjadi kakak yang banyak mengajarkan hal-hal berharga kepadaku adik kecilnya ini, begitu pula saat aku berbicara dengan ibuku, bagiku ibu guru yang hebat, mulai dari aku masih belindung dari dalam rahimnya sampai detik ini.
Mungkin ada sebagaian orang yang ungkapkan "untuk apa memperingati hari guru,kan setiap hari kita ada hari guru, kita ketemu guru"
ya. . Tapi apa pernah disetiap hari itu kita ucapkan terimakasih kepada mereka ? Tidakkan ? Apakah pernah setiap hari itu kita ingat jasa-jasa mereka ? Tidakkan ? Jadi, pantaslah ada hari guru, setidaknya ada satu kali dalam setahun kita ungkapkan terimaksih kita kepada semua guru kita, kepada orang-orang yang telah berjasa buat hidup kita, jangan maknai hari guru itu hanya untuk guru-guru di sekolah kita, ingatlah guru adalah setiap orang yang telah mengajarkan hal baru yang positif untuk perubahan kita. Maka ungkapkanlah terimakasih kepada mereka-mereka.
Jam 09.43. . Aku mengirim pesan singkat kepada enam orang kakak-kakakku, dan beberapa orang guru masa aku sekolah dulu, ku ungkapkan rasa terimaksihku yang teramat dalam, aku katakan aku bangga punya kalian.
Yaa. . Aku bangga.
Jam 11 baru dapat aku balasan dari kakakku yang pertama "trimakasih adikku, teruslah belajar tuk gapai cita2, semoga kesuksesan selalu bersama kta. .amin" itulah balasan dari kakak pertamaku dan yang ke enam, "hanya balasan yo'i" :D ya. . karena sebelumnya aku telah menelfonnya.
Pukul 18.21 aku dapat pesan singkat dari FLP ROHUL mereka ungkapkan rasa terimaksih kepadaku
ya. . Aku bingung, dalam rangka apa ?
Dalam rangka hari guru untuk calon guru Zunnurul Laila dan tenaga pengajar rumah baca 2010 masa itu :)
yang tak ku sangka-sangka pula anak schopia juga mengirim pesan ke fb dan twitterku, begitu juga Kaleb penulis muda, Allahu Akbar, begitu diperhitungkannya aku oleh mereka.
pukul 19.27 WIB. . setelah shlat isya aku dapati lagi pesan singkat dari kakak-kakakku yang lain. kakakku yang ke ke-5 "Terima kasih adk tak melupakan kami.doakan orang tua mu pasti km sukses dk".
lagi dari kakakku yang ke-7 "terimksh bungsu, selalulah belajar, dan jgn lupakn kmi".
ya. . . dua orang kakakku tidak membalas pesanku aku tahu, kakakku tak akan sempat melihat hpnya :). memang, kakaku yang ke-3 sudah seperti bunda buatku, dia yang merawatku saat aku masih kecil, karena ibu berjualan dan mengajariku membaca, aku masih ingat saat aku dihukum tidak pandai membaca saat kelas satu, hingga kakakku Silas Suheni mengajariku pelan-pelan hingga aku mendapat juara dua di kelkasku :D
Aku teringat kata-kata dosen pembimbingku, yang aku takzimi Bapak Supriyadi, beliau pernah katakan hidup kita sejahtera dengan tiga kata "maaf, tolong dan terimakasih"
yaa. . Tuhan, terimaksih telah hadirkan aku di tengah keluarga dan lingkungan yang mencintaiku.
Pada akhirnya aku katakan terimaksih untuk semua orang-orang yang mencintaiku dan untuk orang-orang yang membenciku karena dari kalianlah aku banyak belajar arti hidup.
Aku terbangun tepat pada pukul 04.01 WIB, entah apa yang buat aku bersemangat masa itu. aku melalukan ritual yang selalu aku lakukan setelah aku terbangun, membaca do'a bangun tidur, membaca salawat Nabi dan membaca Al-fathihah teruntuk ayah, ibu,kakak-kakak, kepompong-kepompongku,kuncup-kuncup bungaku,sahabat-sahabatku, dan teruntuk orang-orang yang membenciku.
setelah aku lakukan itu, aku keluar dari kamar menuju dapur, membersihkan diri dan ku kerjakan shalat tahajud dan sedikit membaca Al-Qur'an. Setelah itu, aku buru-buru masak dan membersihkan rumah, alhmdulillah, Subuh itu badanku terasa ringan, aku terasa sehat. Selesai aku membersihkan rumah yang kecil itu, ku dengar muadzin mengomandangkan adzan, aku mandi dan melalukan shalat Fajar dan Subuh, setelah itu aku kembali membaca Al-Qur'an, di tengah-tengah ayat ke 23 yang aku baca tiba-tiba alergi hidungku kambuh, air mataku pun keluar akibat bersin-bersin yang tak berenti, nafasku mulai sesak, ini sudah ku alami 2 tahun yang lalu, dan ini juga sudah menjadi rutinitasku setiap subuh saat ngaji, mungkin karena cuaca subuh yang dingin sehingga alergi hidungku kambuh.
Aku berbisik dalam hati, "Tuhan semoga ini hanya aku yang mengalam"
sembari itu aku ambil empat butir obat alergi hidungku, ya. . Efeknya aku jadi ngantuk, aku pun membaca do'a tidur dan ya tertidur. .
Pukul 07.23 wib, aku terbangun, lagi-lagi aku lakukan ritual bangun tidurku, aku lakukan itu karena aku bagitu menghargai waktu di saat aku dibangunkan kembali setelah tidur, karena menurutku ini kesempatan yang Tuhan bagi untukku, berarti aku masih hidup, ya begitulah caraku mensyukuri nafas dan jantung yang masih berdetak ini, saat itu pula aku teringat bahwa hari ini adalah hari memperingati hari guru
aku menghubungi, ku sampaikan selamat hari guru padanya dan ucapan terimaksih kepadanya yang telah menjadi kakak yang banyak mengajarkan hal-hal berharga kepadaku adik kecilnya ini, begitu pula saat aku berbicara dengan ibuku, bagiku ibu guru yang hebat, mulai dari aku masih belindung dari dalam rahimnya sampai detik ini.
Mungkin ada sebagaian orang yang ungkapkan "untuk apa memperingati hari guru,kan setiap hari kita ada hari guru, kita ketemu guru"
ya. . Tapi apa pernah disetiap hari itu kita ucapkan terimakasih kepada mereka ? Tidakkan ? Apakah pernah setiap hari itu kita ingat jasa-jasa mereka ? Tidakkan ? Jadi, pantaslah ada hari guru, setidaknya ada satu kali dalam setahun kita ungkapkan terimaksih kita kepada semua guru kita, kepada orang-orang yang telah berjasa buat hidup kita, jangan maknai hari guru itu hanya untuk guru-guru di sekolah kita, ingatlah guru adalah setiap orang yang telah mengajarkan hal baru yang positif untuk perubahan kita. Maka ungkapkanlah terimakasih kepada mereka-mereka.
Jam 09.43. . Aku mengirim pesan singkat kepada enam orang kakak-kakakku, dan beberapa orang guru masa aku sekolah dulu, ku ungkapkan rasa terimaksihku yang teramat dalam, aku katakan aku bangga punya kalian.
Yaa. . Aku bangga.
Jam 11 baru dapat aku balasan dari kakakku yang pertama "trimakasih adikku, teruslah belajar tuk gapai cita2, semoga kesuksesan selalu bersama kta. .amin" itulah balasan dari kakak pertamaku dan yang ke enam, "hanya balasan yo'i" :D ya. . karena sebelumnya aku telah menelfonnya.
Pukul 18.21 aku dapat pesan singkat dari FLP ROHUL mereka ungkapkan rasa terimaksih kepadaku
ya. . Aku bingung, dalam rangka apa ?
Dalam rangka hari guru untuk calon guru Zunnurul Laila dan tenaga pengajar rumah baca 2010 masa itu :)
yang tak ku sangka-sangka pula anak schopia juga mengirim pesan ke fb dan twitterku, begitu juga Kaleb penulis muda, Allahu Akbar, begitu diperhitungkannya aku oleh mereka.
pukul 19.27 WIB. . setelah shlat isya aku dapati lagi pesan singkat dari kakak-kakakku yang lain. kakakku yang ke ke-5 "Terima kasih adk tak melupakan kami.doakan orang tua mu pasti km sukses dk".
lagi dari kakakku yang ke-7 "terimksh bungsu, selalulah belajar, dan jgn lupakn kmi".
ya. . . dua orang kakakku tidak membalas pesanku aku tahu, kakakku tak akan sempat melihat hpnya :). memang, kakaku yang ke-3 sudah seperti bunda buatku, dia yang merawatku saat aku masih kecil, karena ibu berjualan dan mengajariku membaca, aku masih ingat saat aku dihukum tidak pandai membaca saat kelas satu, hingga kakakku Silas Suheni mengajariku pelan-pelan hingga aku mendapat juara dua di kelkasku :D
Aku teringat kata-kata dosen pembimbingku, yang aku takzimi Bapak Supriyadi, beliau pernah katakan hidup kita sejahtera dengan tiga kata "maaf, tolong dan terimakasih"
yaa. . Tuhan, terimaksih telah hadirkan aku di tengah keluarga dan lingkungan yang mencintaiku.
Pada akhirnya aku katakan terimaksih untuk semua orang-orang yang mencintaiku dan untuk orang-orang yang membenciku karena dari kalianlah aku banyak belajar arti hidup.
Kamis, 21 November 2013
Kekuatan Senyuman
21 Nov 2013
Fajar tiba, tak kunjung mata terpejam, subuh pun masuk dan pagi. Didil mengirim pesan singkat, menanyakan apakah aku sudah pulang atau belum. Aku katakan aku telah pulang, sebab malamnya dokterpun cakap belum dapat lihat hasilnya. Paginya, aku kuatkan hatiku untuk ke kampus, yang aku bayangkan adalah akan menemui kawan-kawan dengan gurauan-gurauan, tawa dan berbagai tingkah mereka. Aku kokohkan tegakku agar tampak kuat, ya. . . Kuat.
Aku merintih sakit dalam hati, dengan kerutan dikeningku, hingga didil bertanya, "sakit?" aku hanya jawab dengan senyum.
Aku melangkah memasuki kelas dengan pelan,namun berharap akan sampai cepat. Memasuki kelas aku mulai lah aksiku. . Ya. . Kejahilanku, kawan yang duduk dibelkangku si faris yg biasa aku panggil uwih meminta permen karet. . "yah. . Tak ada beli"
dia kecewa, namun kukeluarkan permen minz, akhirnya dia tersenyum, si enny yg biasa aku panggil enong sang pengawal pribadiku dan si didil (sopir pribadiku) , hekhek. . (didil,gurau) membicarakan tentang kanker payudara yang aku tag padanya,hingga membuat kami tertawa, aku tertawa lepas tanpa beban, takku rasakan sedikitpun nyeri yang aku rasakan, takku rasakan sakitnya. Hingga tawa kami di sapa oleh kawan yang lain, sembari itu aku kembali mengingatkan chintya tentang kejutan party millad sobatku, ya. . Aku tak ingin karenaku sakit, gagal rencana yang telah dibuat, sebab malm tanggal 20 itu asna bilang tunggu aku sembuh dulu. sebabnya aku kuat-kuatkan untuk duduk dan aku bawa tertawa. Setelah selesai, aku berjalan dengan berpegangan pada bangku-bangku yangku telusuri. "hai kakak, gimana sehat ?" ku dengar suara yang terdengar dari samping, ternyata si leni yang suka ngerayuku dengan gombalannya. aku hanya balas pertanyaannya dengan senyum dan menyalaminya.
Tiba waktunya pun, kami habis kelas, Pulang kembali ke kost dan menyusun rencana party tersebut. Kami masak, untuk dimakan, jujur tak sanggup rasanya aku memasak, syukur, si enong mamasaknya.
Party berhasil, senyum kembali terumbar dari bibir sahabat-sahabatku, aku ajak mereka berdo'a atas keberkahan ini, dalam hati kecil aku berbisik "Tuhan, andai ini yang terakhir maka, jadikan kami sahabat bukan hanya di Dunia-Mu, tapi juga Syurga-Mu" setelah semua berhasil tiba waktu kelas sosiolinguistik, ya. . Kami kembali berangkat ke Kampus. .
"Basmallah" dalam hatiku, lalu sesampainya di kampus, aku terserang alergi hidung, tak henti-hentinya aku bersin, aku sempat tertidur kala di langsungkannya diskusi. Aku terbangun saat ku dengar si enong dan didil mau mengambil foto ku dan ternyata kami pindah kelas bahasa arab, aku terlambat masuk kelas, berdua dengan Enong, si Didil kembali mengirim pesan singkatnya, "bapak sudah masuk"
selain itu karena khawtirnya dia telfon si enong
jujur pada saat itu aku tak sanggup jalan, hingga ku tahan enong untuk duduk dulu. Karena terlambat masuk kelas, aku kebagaian kursi bagian belakang, si wahyu, taufik dan royan memintaku untuk duduk didekat mereka, karena aku tak sanggup duduk berhimpitan akupun mengiakan permintaan mereka. Ternyata, si wahyu mengajakku bergurau begitu pula dengan royan hingga pertengahan kelas kami ditegur, dan semua tertawa termasuk aku, ya. . Aku tertawa ternyata kenakalan kami diketahui oleh pembimbing.
Pembagian hasil test tertulis bahasa arab Alhamdulillah aku mndapatkan nilai sempurna, sedikit menambah semngatku. Aku senang, hingga kelas berakhir.
Aku dan didil pulang, sesampainya dalam rumah, aku kuatkan semangatku, aku kerjakan semua yang bisa aku kerjakan.
Jam menunjukkan pukul 7 lewat, aku mulai merasakn nyeri yang luar biasa, disaat itu terlintas wajah-wajah mereka yang aku cintai, apa mungkin tiba waktunya ? Entahlah. . Semua Tuhan yang tahu
hari ini, aku katakan hadapi dengan senyuman, hadapi dnegan segenap jiwa, semua akan baik-baik saja, semua telah di tetapkan oleh-Nya, merelakan ini yg terbaik adalah yg terpenting.
Serangkai Al-Fathihah dan sepucuk surat cinta Surah Yassin tuk ayah, serangkai Al-Fathihah dan sepucuk surat cinta Surah Ar-Rahman teruntuk Ibu, kakak2, kepompong2, bunga2 kuncupku, guru2ku, sahabat-sahabatku,dan orang yang aku cintai.
Assalamualaika Ya Rasulullah. .
Assalamualaikum Jum'at yang Agung
love to Allah
Fajar tiba, tak kunjung mata terpejam, subuh pun masuk dan pagi. Didil mengirim pesan singkat, menanyakan apakah aku sudah pulang atau belum. Aku katakan aku telah pulang, sebab malamnya dokterpun cakap belum dapat lihat hasilnya. Paginya, aku kuatkan hatiku untuk ke kampus, yang aku bayangkan adalah akan menemui kawan-kawan dengan gurauan-gurauan, tawa dan berbagai tingkah mereka. Aku kokohkan tegakku agar tampak kuat, ya. . . Kuat.
Aku merintih sakit dalam hati, dengan kerutan dikeningku, hingga didil bertanya, "sakit?" aku hanya jawab dengan senyum.
Aku melangkah memasuki kelas dengan pelan,namun berharap akan sampai cepat. Memasuki kelas aku mulai lah aksiku. . Ya. . Kejahilanku, kawan yang duduk dibelkangku si faris yg biasa aku panggil uwih meminta permen karet. . "yah. . Tak ada beli"
dia kecewa, namun kukeluarkan permen minz, akhirnya dia tersenyum, si enny yg biasa aku panggil enong sang pengawal pribadiku dan si didil (sopir pribadiku) , hekhek. . (didil,gurau) membicarakan tentang kanker payudara yang aku tag padanya,hingga membuat kami tertawa, aku tertawa lepas tanpa beban, takku rasakan sedikitpun nyeri yang aku rasakan, takku rasakan sakitnya. Hingga tawa kami di sapa oleh kawan yang lain, sembari itu aku kembali mengingatkan chintya tentang kejutan party millad sobatku, ya. . Aku tak ingin karenaku sakit, gagal rencana yang telah dibuat, sebab malm tanggal 20 itu asna bilang tunggu aku sembuh dulu. sebabnya aku kuat-kuatkan untuk duduk dan aku bawa tertawa. Setelah selesai, aku berjalan dengan berpegangan pada bangku-bangku yangku telusuri. "hai kakak, gimana sehat ?" ku dengar suara yang terdengar dari samping, ternyata si leni yang suka ngerayuku dengan gombalannya. aku hanya balas pertanyaannya dengan senyum dan menyalaminya.
Tiba waktunya pun, kami habis kelas, Pulang kembali ke kost dan menyusun rencana party tersebut. Kami masak, untuk dimakan, jujur tak sanggup rasanya aku memasak, syukur, si enong mamasaknya.
Party berhasil, senyum kembali terumbar dari bibir sahabat-sahabatku, aku ajak mereka berdo'a atas keberkahan ini, dalam hati kecil aku berbisik "Tuhan, andai ini yang terakhir maka, jadikan kami sahabat bukan hanya di Dunia-Mu, tapi juga Syurga-Mu" setelah semua berhasil tiba waktu kelas sosiolinguistik, ya. . Kami kembali berangkat ke Kampus. .
"Basmallah" dalam hatiku, lalu sesampainya di kampus, aku terserang alergi hidung, tak henti-hentinya aku bersin, aku sempat tertidur kala di langsungkannya diskusi. Aku terbangun saat ku dengar si enong dan didil mau mengambil foto ku dan ternyata kami pindah kelas bahasa arab, aku terlambat masuk kelas, berdua dengan Enong, si Didil kembali mengirim pesan singkatnya, "bapak sudah masuk"
selain itu karena khawtirnya dia telfon si enong
jujur pada saat itu aku tak sanggup jalan, hingga ku tahan enong untuk duduk dulu. Karena terlambat masuk kelas, aku kebagaian kursi bagian belakang, si wahyu, taufik dan royan memintaku untuk duduk didekat mereka, karena aku tak sanggup duduk berhimpitan akupun mengiakan permintaan mereka. Ternyata, si wahyu mengajakku bergurau begitu pula dengan royan hingga pertengahan kelas kami ditegur, dan semua tertawa termasuk aku, ya. . Aku tertawa ternyata kenakalan kami diketahui oleh pembimbing.
Pembagian hasil test tertulis bahasa arab Alhamdulillah aku mndapatkan nilai sempurna, sedikit menambah semngatku. Aku senang, hingga kelas berakhir.
Aku dan didil pulang, sesampainya dalam rumah, aku kuatkan semangatku, aku kerjakan semua yang bisa aku kerjakan.
Jam menunjukkan pukul 7 lewat, aku mulai merasakn nyeri yang luar biasa, disaat itu terlintas wajah-wajah mereka yang aku cintai, apa mungkin tiba waktunya ? Entahlah. . Semua Tuhan yang tahu
hari ini, aku katakan hadapi dengan senyuman, hadapi dnegan segenap jiwa, semua akan baik-baik saja, semua telah di tetapkan oleh-Nya, merelakan ini yg terbaik adalah yg terpenting.
Serangkai Al-Fathihah dan sepucuk surat cinta Surah Yassin tuk ayah, serangkai Al-Fathihah dan sepucuk surat cinta Surah Ar-Rahman teruntuk Ibu, kakak2, kepompong2, bunga2 kuncupku, guru2ku, sahabat-sahabatku,dan orang yang aku cintai.
Assalamualaika Ya Rasulullah. .
Assalamualaikum Jum'at yang Agung
love to Allah
Senin, 27 Februari 2012
Makna bahasa dan dialek Melayu bagi bahasa Indonesia
- Sejarah Bahasa Indonesia diambil Dari Bahasa Melayu
Umumnya
orang mengetahui bahwa bahasa lndonesia yang sekarang berasal dari
bahasa Melayu. Istilah bahasa Melayu sendiri mengacu pada bahasa Melayu
Riau, yaitu bahasa Melayu yang diajarkan di Sekolah-sekolah sebelum
Perang Dunia II berkecamuk. Dasar
bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu yang disesuaikan dengan
pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia. Adapun bahasa yang ikut andil
dalam perluasan bahasa Melayu yaitu bahasa Arab yang dibawa oleh para
pedagang Arab yang beragama Islam, karena orang muslim mendapat
kedudukan yang istimewa dihadapan orang Melayu dan dalam perluasan
bahasa yang sangat berperan dalam mencapai puncaknya adalah kerajaan
Sriwijaya. Dalam
beberapa periode kerajaan Riau-Lingga juga mempunyai andil yang besar
dari sejarah bahasa Melayu dijadikan bahasa Indonesia. Bahasa Melayu adalah lingua franca (Bahasa Perdagangan)
di seluruh kepulauan Nusantara, dipakai dalam pergaulan oleh semua
orang dari berbagai bangsa. Kebanyakan orang pribumi, terutama orang
Jawa, tidak merasa sulit mempelajari bahasa itu dan hampir semua priyayi
di Jawa mengerti dan juga menulisnya.
Pada
tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda tidak lagi menahan gejolak ingin
memiliki bahasa persatuan maka lahirlah “Sumpah Pemuda” sebagai ikrar
para pemuda yang menyangkut kebahasaan. Dalam merumuskan bahasa para
pemuda melakukan kongres yang diberi nama kongres I disolo yang
bertujuan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,
Pada tahun 1945, bahasa Indonesia dijadikan sebagai Bahasa Nasional
sebagai bahasa persatuan dan disahkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa
Negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Jalan
sejarah yang demikian telah menjelaskan kepada kita bagaimana arti
bahasa melayu yang telah dibina di Riau dalam perjalanan kebahasaan di
Indonesia. Maka dalam pengucapan bahasa Indonsia tidak salah rasanya
jika dialek melayu Riau itu diperhatikan.
- Arti dialek Melayu Kepulauan terhadap Bahasa Indonesia
Orang
Melayu secara antropologis akan mudah dikesan sebagai manusia
peraiaran. Mereka kurang menyukai daerah pegunungan. Keadaan ini dengan
sendirinya memberi warna kepada budaya mereka. Sekat-sekat Perbedaan geografis juga telah membuat beragam dialek. Ada enam ragam dialek di Riau yaitu:
1. Dialek Melayu masyarakat terasing
2. Dialek Melayu petalangan
3. Dialek Melayu Pasir Pengaraian
4. Dialek Melayu Kampar
5. Dialek Melayu Rantau Kuantan
6. Dialek Melayu Kepulauan
Dari
enam macam dialek yang terdorong besar maka lima diantaranya
digolongkan sebagai dialek rendah karena dialek ini hampir sepenuhnya
bersifat lisan sehingga sulit sekali membuat pembekuan dan pembinaan
tata bahasanya. Sementara itu dari para pemakainya sedikit sekali para
pengarang yang mampu membina dialek ini kedalam karya tulis. Berbeda
dengan dialek melayu Riau-lingga yang terpelihara karena adanya para
pengarang yang amat produktif menulis berbagai karya tulis. Dalam
perjalanan yang panjang bahasa Indonesia telah tumbuh dan berkembang
begitu rupa, bahasa ini telah merayap kekata-kata bahasa Inggris dan
bahasa Daerah.
Pengucapan
yang tidak mempunyai pedoman dan pemakai kata-kata yang mengabaikan
makna bisa diatasai dengan cara memperhitungkan kembali bahasa Melayu
karena bahasa Indonsia itu berasal dari Bahasa Melayu, tentu yang layak
dipertanyakan adalah orang melayu yang mereka menggunakan bahasa Ibu.
Dalam sejarahnya kerajaan Riau-Lingga lah yang menjadi asal muasal
bahasa Melayu dijadikan bahasa Indonesia. Didalam beberapa periode telah
dibina sedemikian rupa dan menjadi bahasa yang bernilai standar dan
oleh orang Belanda dialek Riau itu disebut dengan Bahasa Melayu tinggi.
Dialek
Melayu yang ditulis oleh pengarang-pengarang Riau-Lingga membuat bahasa
itu dipandang sebagai simbol penjajahan dan karena itulah bahasa ini
dirasakan sebagai milik bangsa Indonesia, sehingga namanya diubah
menjadi bahasa Indonesia. Pengucapan bahasa Indonesia yang dibiarkan
begitu saja menurut dialek pemakainya tidak menguntungkan. Keadaan itu
pertama sekali selalu menapilkan warna vokal, hal ini tidak menunjang
persatuan, sebaliknya apabila pemakai bahasa Indonesia tampil dengan
mengucapakan yang tidak lagi membayangkan derah atau sukunya maka bahasa
Indonesia dapat dirasakan sebagai milik bangsa.
Hal
ini sama juga berlaku terhadap arti kata-kata. Arti kata-kaat bahasa
Indonesia juga tertumpu kepada bahasa Melayu. Jika setiap masyarakat
menggunakan arti bahasa sesuka hatinya maka bahasa ini akan kehilangan
arah. Dalam hal ini hendaklah dihindarkan masuknya kata dari bahasa
daerah yang sama namun berbeda artinya. Sepintas lalu memang memperkaya
bahasa Indonesia tetapi juga akan merusak sistem bahasa Indonesia. Sudah
seharusnya kita kembali kepada tradisi pembahasaan yang sederhana semua
kata bahasa Melayu punya potensi dipakai dalam bahasa Indonesia karena
sistem bahasa Indonesia berpijak kepada bahasa Melayu. Kata-kata daerah
dapat dimasukkan untuk memperkaya bahasa Indonesia, jika kata-kata itu
belum ada pada Bahasa Indonesia. Terhadap penerapan kata-kata asing
dicarilah terlebih dahulu padananya didalam bahasa Melayu misalnya
dengan memperhatikan naskah-naskah Melayu lama yang cukup besar
jumlahnya.
- Pengaruh dialek Melayu Kepulauan terhadap penggunaan Bahasa Indonesia
Dialek
Melayu kepulauan Riau merupakan dialek Melayu yang paling dominan dan
cukup besar perannya dalam sejarah kebahasaan di Nusantara. Dialek ini
pada mulanya bisa disebut dengan dialek Riau-Johor karena kerajaan Riau,
Johor dan Lingga bersatu pada mulanya sebelum dibagi dua oleh Belanda
dan Iinggris dengan perjanjian London tahun 1824. Dialek ini juga bisa
disebut dengan dialek Riau-Lingga ( setelah perjanjian london). Dialek
Melayu kepulauan Riau merupakan suatu dialek Melayu yang pernah terjaga
dengan baik. Pembinaan dialek ini telah dilakukan dengan sungguh-sungguh
oleh pengarang Riau yang dipelopori oleh Raja Ali Haji. Langkah-langkah
pembinaan dialek ini berlangsung paling kurang sejak abad ke 19
terutama dengan munculnya karya Raja Ali Haji.
Raja
Ali Haji yang lahir di Pulau Penyengat pusat kerajaan Riau-Langga dalam
tahun 1808 menulis kitab tata bahasa Melayu yang bernama Bustanul
Katabun. Dengan kitab ini dialek di Melayu mendapat beberapa kemanjuan.
Pertama memperoleh pedoman penulisan dialek Melayu sehingga tradisi
bahasa yang bersifat lisan mulai diimbangi dengan tulisan. Kedua,
pemakaian tulisan Arab-Melayu menjadi bagian tradisi dialek Melayu dalam
kerajaan Riau-Lingga.
Usaha
Raja Ali Haji membina bahasa Melayu dalam kerajaan Riau-Lingga ternyata
telah menimbulkan perhatian yang besar dari generasi penerusnya,
setelah beliau lahirlah kaum cendikiawan yang membuat perkumpulan dengan
nama Rusyidah klab. Dalam Rusyid klab ada dua orang penulis tatabahasa
Melayu yaitu Raja Ali Tengku
Kelana dan Abu Muhammad Adnan. Para pengarang atau penulis semasa
kerajaan Riau-Lingga di daerah kepulauan Riau sekarang ini sebagian
besar bisa dikatakan ulama, mereka tidak hanya pandai berbasa Melayu
tetapi juga fasih berbahasa bahasa Arab. Sementara itu, selain
perkembangan dialek Melayu dalam kawasan kerajaan Riau-Lingga dapat
lebih bermakna lagi, sebab pembinaan bahasa atau dialek Melayu
diikuti pula oleh berbagai karya tulis lainnya. Dari pihak kerajaan
datang pula kemudahan dengan berdirinya percetekan. Ada tiga percetakan
yang dibangun di Riau yaitu Rumah Cub Kerajan di Lingga kemudian
Mathabatul Riauwiyahlalu Al Ahmadiyah Press.
Terpeliharanya dialek Melayu dalam kerajaan Riau-Lingga telah menyebabkan pemerintah kolonial Belanda memakai bahasa Melayu sebagai pengantar di Sekolah-sekolah
bumiputera sejak tahun 187. Kemajuan yang dicapai oleh dialek Melayu
Riau-Lingga menyebabkan bahasa itu terpilih sebagai pengantar bahasa di
sekolah bumiputera. Posisi yang demikian penting diperolehnya
menyebebkan pula dialek ini disebaut dengan Melayu Tinggi. Tentulah
disamping kualitasnya yang terpelihara dengan baik tetapi juga
menunjukkan bahasa ini menjadi bahasa pergaulan kalangan terdidik serta
para pejabat pemerintahan. Dialek ini tidak sama dengan dialek yang
dipakai oleh masyarakat Melayu lainnya yang hanya sebatas bahasa lisan.
Dialek Melayu tinggi memperlihatkan kelebihan pengucapannya dari pada bahasa melayu ditempat lain sehingga pengucapan dialek itu akan cenderung lebih jelas, indah dan rapi.
Jalan yang diambil Belanda menjadikan dialek Melayu
Riau menjadi bahasa pengantar pada sekolah rakyat, sekolah guru dan
raja disamping sebagai bahasa Resmi telah membahayakan kedudukan bahasa
belanda, meskipun hasil rancanagn politik bahasa kolonial yang dibuat
oleh Prof. Nieuwenhuis cukup menguntungkan bagi pengguna bahasa Belanda
di Indonesia namun apa yang tejadi tetap lain. Politik Belanda itu
bagaimana caranya melestarikan Bahasa Belanda di Indonesia sehingga
katanya tujuan politik “menolong bangasa Hindia, membatu masa depan dan
menolong bangsa Belanda mempertahankan masa silam” maka siapa-siapa yang memakai
bahasa belanda akan memperoleh berbagai kebahagiaan. Bagaimanapun juga
keuntungan yang diperoleh bagi pengguna bahasa Belanda ternyata bangsa
Indonesia hanya dapat merasa bersatu dengan memakai bahasa Melayu yang
berpokokkan dialek Melayu Kepulauan.
Dipakai pula oleh bangsa Indonesia sebagai pemersatu bangsa untuk membntu solidaritas menuju bangsa yang mardeka. Dalam perkemabangannya menjadi bahasa Melayu tinggi lalu kemudian dikokohkan menjadi bahasa Indonesia hanya kecendrungan
bunyi (e) pada posisi akhir kata seperti mane, siape,dan hambe dalam
dialek melayu Riau-Lingga yang kemudian menjadi kokoh dengan bunyi (a)
dalam bahasa Indonesia, sehingga kata-kata itu menjadi mana, siapa dan
hamba. Perubahan itu sebenarnya mudah dipahami, terutama setelah kita
perhatikan dari sudut bahasa tulis, karena bahasa Melayu di Riau
mengguankan Arab-Melayu maka untuk bunyi vokal pada akhir kata tidak
nampak jelas bedanya. Dengan demikian bunyi (e) dengan mudah dibaca (a)
oleh orang yang tidak terbiasa dengan lidah Melayu. Dalam Arab-Melayu juga tidak di bedakan dengan tajam bunyi-bunyi vokal a,i,u,o,e keras dan e lemah dan juga dapat disesuaikan dengan dialek Melayu diberbagai tempat.
Struktur
kalimat yang lazim dalam dialek Melayu tetap bertahan dalam bahasa
Indonesia,selain itu hubungan orang Melayu kepulauan dengan orang
Malaysia dan Singapura sekaligus menjaga bahasa dan budaya ini semua
masih tertanam dalam aktivitas kebahasaan. Orang Melayu kepulauan sudah
terbiasa mengikuti televisi dan radio yang dipancarakan oleh Malaysia
dan Singapura sebab simbol-siombol mudah diterima oleh pemaki bahasa
Melayu di Utara, tetapi oleh ragam kemajuan dan persentuhan antar bahasa
Indonesia dengan bahasa Belanda, Inggris dan sebagainya maka wajar saja
kalimat baru kemudian ada. Dengan demikian tidak ada sebenarnya
perbedaan yang mendasar antara dialek Melayu Riau kepulauan dengan
bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang juga bahasa Melayu di Malaysia
sebenarnya tetaplah bertumpu pada dialek Melayu di Riau-Lingga yang
daerah pengruhnya pernah meliputi Johor.
Malaka dan pahang sehingga jika kita ingin pengucapan yang standar
(baku) maka pemakaian bahasa Melayu di kepulauan Riau adalah sebagai
media.
Dalam
bahasa tulis orang Melayu hampir dapat dikatakan memakai bahasa Melayu
tinggi atau bahasa Indonesia meskipun sesama warga pada masa sebelum
kemerdekaan orang Melayu di Riau biasanya semua memakai Arab-Melayu
dalam surat menyurat atau mengarang.
Minggu, 26 Februari 2012
Setinta tentang TEATER dalam SENI ISLAM
Konsep TEATER dalam seni islam
Segi spykologi ( Dr.Inna mutmainah Sp.I) : Teater akan menuntun anak mengeluarkan imajinasi serta emosionalnya sehingga
tidak akan pernah lagi kita dengar seorang anak yang terpendam dengan
mimpi-mimpi mereka karna lewat teater anak mampu berbuat bahkan anak
mampu menutupi kekurangan yang ada dalam dirinya.
Segi
intelegen otak ( Dr.yout savitri.MoT ) : Kita mengmbil contoh pantomim.
seorang yang menjadi kupu-kupu, tangan Jemari yang bergerak akan
membuat urat-urat syaraf tidak membengkak, gerakan-gerakan yang
dilakukan akan dapat meningkatkan keseimbangan atau hormonisasi antara
kontrol emosi dan logika yang akan sangat membantu kita dalam situasi yang menjengkelkan.
Gerakan
dengan tangn dan kaki serta olah vokal yang dilakukan dapat memberikan
rangsanga dan stimulus pada otak’ gerakan itu yang dapat meningkatkan
kemampuan kognitif (kewaspadaan’kosentrasi,kecepatan, belajar,pemecahan
masalah dan kreativitas) sehingga imajinasi otak menjadi terarah.
Segi Agama (
Ustadz Debi Sag. ) : Sebelum islam menjadi peradaban yang besar
sebenarnya teater sudah berkembang luas, disaat islam yang masih
berjalan dengan umat yang sedikit nabi Ibrahim berteater. Nabi ibrahim
seolah-olah mengangap ismail yang ingin di sembelih itu sebagai hewan
qurban, begitu juga dengan nabi muhammad terhadap cucunya hasan dan
husin yang beliau berperan sebagai kuda disaat hasan dan husen menaiki
pundaknya karena beliau tidak ingin cucunya bersedih.
Dan Allah swt. Juga sudah jelaskan dalam Al-Qur,an bahwa dunia ini hanya Panggung sandiwara belaka.
Begitu
besarnya peran teater dalam islam dan hidup kita saat ini ditambah lagi
dengan dunia yang kita tak tau apangkal ujungnya, kita dituntut untuk
mampu berperean jadi diri sendiri bahkan jadiapa yang ada didepan kita
dalam arti lain kita
dituntut untuk siap dalam hal apapun. Teater juga mengajarkan kita
untuk bisa menghargai orang lain. Contoh disaat berperan menjadi
pengemis kita akan dapat rasakan penderitaan mereka atau juga malunya
mereka karna pada hakekatnya mereka juga memiliki hati dan perasaan juga
keinginan seperti apa yang kita rasakan.
Langganan:
Postingan (Atom)