Minggu, 12 Januari 2014

Takdir dan Logika

Aku bukan wanita yang sempurna, ya...tiada kita yang sempurna dalam sifat, karenanya Tuhan menciptakan berpasangan, baik-jahat, cantik-buruk, berat-ringan dan sebagainya.

 aku adalah perempuan yang ditakdirkan pada kesesatan, kehilangan Ayah awal aku ngefly, pemakai ekstasi, arak oplos , semua benda haram sudah masuk pada tubuhku..namun bukan aku tiada merasa ini dosa, aku rasa badan tiada guna....ada rasa teringin bunuh diripun ada. tapi takdir Tuhan pula berkata lain, Tuhan tunjuk aku satu  cinta yang maha dahsyat. hingga sampai detik aku menuliskan tulisan ini pun aku selalu inginkan dia menjadi jiwa pendamping perjalanan hidupku, yang mengarahkan aku selalu pada agamaku.

pertemuan itu membawaku pada tahun 2013  bersyahadat kembali pada agamaku. Islam

menolak takdir Tuhan tiada siapa yang akan bisa, sebab Takdir sudah dari awal Tuhan Sirahkan, dari Rahim ibu saat ruh mulai ditiupkan pada jasad mungil kita....kita tidak akan bisa memberikan hidayah kepada siapapun, hanya bertugas memingingatkan dan mengarahkan...bukan menghujat apalagi mencela. Sebab hidayah akan diberikan kepada seseorang yang akan dihendaki oleh Tuhan.

siapa yang dikehendaki ?
tentunya orang-orang yang benar-benar tulus ingin kembali pada jalan yang lurus itu. seperti yang tercantum pada Al-Qur'an surah Al-Fathihah ayat ke-6. maka pantaskah manusia lain yang merasa baik dan taat beribahadah melupakan orang-orang yang tulus ini ? inilah lagi tugas kita sebagai orang yang telah baik dan cakap dalam agama ini mendekati dan mengarahkan mereka kepada hidayah Tuhan itu.

aku  ada cerita, yg satu bernama "Logika" & yg satunya lagi bernama "Takdir".Keduanya naik mobil dalam sebuah perjalanan yang panjang.. Di tengah perjalan mobil mereka kehabisan bahan bakar. Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam.
Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan. Si Logika memutuskan untuk tidur di bawah sebatang pohon. Sedangkan si Takdir memilih tidur di tengah jalan.

Logika berkata kepada Takdir:
" Kamu gila! Kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat & melindas tubuhmu."

Takdir menjawab:
"Saya tdk akan tidur kecuali di tengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku & mengajakku bersamanya."

Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon & Takdir tidur di tengah jalan. Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi. Tatkala ia melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dengan mendadak, tapi sayang ia tidak bisa.
Akhirnya ia membanting stir & mobil itu berbelok ke arah pohon & langsung menabrak Logika, & selamatlah si Takdir.
Inilah kenyataan hidup, Takdir memainkan peranannya di tengah-tengah manusia. Kadang-kadang sekalipun ia bertentangan dengan Logika.

Maka boleh jadi terjadinya delay dlm penerbangan ada keselamatan di balik itu.

Boleh jadi tertunda kita mendapatkan hak kita karena ada hak orang lain yg selama ini kita abaikan & kita tidak memperdulikan.

Boleh jadi kita terlambat menikah ada keberkahan di balik itu. Boleh jadi kita belum dikaruniai anak ada kebaikan di balik itu.

Boleh jadi aku yang telah dipenuhi barang haram ini dihinakan dan direndahkan serendah-rendahnya sebab Tuhan nak tunjukkan takdir aku selepas ini

terkadang, dari kehancuran diri dan jiwa seseorang belajar menjadi bijak. ada tipe manusia yang diuji baru dia mendekat..ada tipe orang yang bila disapa baru ia tersenyum, nah..begitulah sejatinya hidup..Tertundanya pertolongan & kemenangan pasti ada manfaat yg sangat besar di belakang itu.

"Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagimu."(Al Baqarah:216)

Oleh krn itu, optimislah selalu....& tetap Tersenyumlah Cantik!!!

Kamis, 02 Januari 2014

Tapak sejarah diriku di 2013

31 desember 2013
04.23 wib
Aku terbangun
ku lakukan ritual bangun tidur dan subuhku

saat ku khatamkan Juz 13 kembali aku mengingat ingat, apa yang telah aku perbuat selama satu tahun ini. . bertepatan pula jadwal kaji kami SHSJ (satu Hari Satu Juz) adalah juz 13, sama seperti berkahirnya tahun ini 2013

Tepat dibulan kelahiranku. Juni.

01 Juni 2013
Aku di vonis oleh dr. Aimisrun terkena serangan tumor kedua
Allahurabbi, saat itu surah Ar-rahman. . banyangan senyum ayah,ibu, kakak-kakak,kepompong-kepompong, kuncup-kuncup bunga kecilku, sahabat-sahabatku serta orang-orang yang membenci menjadi penguatku

Semenjak itu aku menjadi pribadi yang seakan hanya senyum yang membuat aku kuat
Berfikir bahwa aku adalah seseorang yang istimewa.
Itu. Hanya itu yang aku fikirkasn.
aku selalu ingin menjadi motivator teruntuk sahabat-sahabatku.
Hari-hariku kembali diisi dengan terapi, antibiotik, suntikan, minunman-minuman herbal dan ya. . asupan makananku hanya obat, obat dan obat.
Tak lagi makan daging, olahan daging,ikan asapan, ikan asinan dan aku kembali menjadi wanita vegetaria.

Di tengah tubuh yang lemah dan drop akibat efek sinar-sianr radioterapi dan  obat-obatan yang masuk ketubuhku, semangatku justru bangkit, yang aku fikirkan bagaimana bila aku mati hari ini, aku meninggalkan satu karya besar  untuk dunia dan akhiratku.

Aku mulai menulis, menulis dan menulis
Autobiografi yang pernah ku buat sebelumnya kembali aku publikasikan
 cerita-cerita nyata tentang hidupku aku tulis dalam bentuk cerpen
aku menulis berbgai cerita untuk kepompong-kepompongku, kuncup-kuncup bunga kecilku.
Aku harus berdakwah sekalipun hanya lewat tulisan, bagiku tulisan mampu merubah perabdaban. Dan aku ingin tulisanku ampu menjadi satu gambaran kecil betapa sabar dan ikhlas itu indah.

Di saat seperti itu aku merasakan betapa indahnya ujian Tuhan.
 Sejak itu ayah selalu hadir dalam mimpi-mimpiku.
 Ayah selalu katakan
“semuanya akan indah pada waktunya”
 “dan inpun akan berlalu”
”makhluk kecintaan Langit”

 kata-kata itu selalu diungkapkan ayah dalam mimpiku dengan senyum yang selalu diumbarnya untukku, di saat itu pulalah aku merasakan betapa dahsyatnya Tuhan hadirkan aku di tengah keluarga, sahabt, dan orang-orang yang membenciku yang mereka semua adalah orang-orang yang Tuhan dampingkan untukku sebagai orang yang istimewa.

16 Juni 2013
Hari itu adalah hari dimana 20 tahun yang lalu aku dilahirkan dengan nama Zunnurul Laila (cahaya dua malam)
ya. . malam dihari kelahiranku dan malam dimana aku dimuliakan oleh rusukku.
Di dua malam itu ayah ingin cahaya kebahgian adalah milikku. Mengiri kelahiran dan mengiringi masa aku menjadi seorang istri dan ibu untuk suami dan anak-anakku.
 Itu yang di ucapkan ayah padaku.

Mulai dari malam 16 Juni 2013 itu tarusan do’a dari keluarga, sahabat-sahabtku baik dari forum, serikat maupun perorangan, yang lucunya. Orang yang membencikupun mengucapkan hppy millad padaku J

Alhmdulillah pujiku saat itu.  Tak sia-sia selama ini ku katakan bahwa orang yang membenciku bukanlkah yang membenciku namun yang mencintaiku , menginginkan diriku agar lebih baik lagi, seb
abnya ia mengkritikiku agar aku berubah kepada yang lebih baik. Hanya saja cara ia mengungkapkannya belum menurut agama.

Malam tanggal 17 Juni 2013
Setelah aku tunaikan salat isyaku, aku dikejutkan oleh kehadiran anak-anak forum dan sanggar MARA serta anggota SCOPHIA
 mereka memberiku kejutan party

“Allhu Akbar” bisikku. .

Lagu HAPPY BRITH DAY TO YUO yang diganti lirik dengan

“Alhamdulillah wa Syukurillah
Alhmadulillah Wa syukurillah
sahabt kami masih diberi kesempatan dakwah
potong kuenya tanda berbagi reskinya
potong kuenya tanda berbagi reskinya”

menjadi satu lagu yang begitu menggetarkan jiwaku
ya. . . bukan kali ini saja kejutan party ini dan lagu itu dinyanyikan tapi entah kenapa, malam itu aku begitu menghargai bahwa Tuhan masih beri aku kesempatan untuk bernafas
entah mungkin karena kondisi kesehatanku yang tidak baik.

tak habis sampai di situ saja, tanggal 19 Juni 2013
pukul 11.32 wib

sahabat-sahabtku Arfi Adilla, Asna, Enny Melita dan Siti Rahmatun kembali memberikan kejutan party untukku. Sungguh suatu kebahagian tersendiri buatku.


Disetiap subuhku aku selalu berdo’a agar Tuhan selalu mengindahkan senyumku dan mentenagai diriku untuk membantu orang lain sekalipun hanya lewat kata-kata.
Ya. . niatku menjadi psikolog aku ingin menjadi motivator


Semenjak itu semuanya aku lewati dengan senyum
 Tuhan pasti akan mengkahiri segalanya dengan indah, bila bukan sekarang, nanti.
Sebabnya Tuhan mengujiku agar aku siap menerima kejutan indah Tuhan itu.
 ya begitulah aku menciptakan mantara-mantra kesembuhanku J

November-Desember

Aku tidak pernah tahu kekuatan dari mana yang Tuhan beri untuk diriku hingga aku kembali berani mengenal cinta

Jujur, aku seorang wanita pengidap penyakit gila
Gila dalam artian, aku pernah berada di titik terendah dalam hidupku
akibat dari aku yang ditinggal oleh orang yang aku cintai “Ahmad Nasri” (ayahndaku)
sang idola keduaku setelah Nabi Muhammad, sang motivatorku, orang yang selalu memanjakanku, mengajariku makan hidup, mendoktrinku tentang islam dan iman.


Semenjak kepergiannya 6 tahun silam, aku begitu membenci cinta. Selalu aku ungkapkan tentang ini dalam ratusan catatan-catatanku baik yang aku publikasikan maupun yang aku tulis dalam buku hijauku untuk Tuhanku.

Namun, sekarang cinta itu kembali tuhan hadirkan dalam hati kecilku,
Ia hadirkan laki-laki yang aku inginkanpun ia seperti ayah, kepribadiannya, kecintaannya, dan perjuangannya akan agama ini.

Aku selalu katakan, aku akan selalu hubungkan cinta ini lewat Tuhan, aku tak ingin cintaku kali ini kembali membawaku pada titik terendah itu lagi
Aku tak ingin kembali menjadi orang yang paling hina di mata Tuhanku

Cinta hadir karena Allah, karenanya aku Mencintainya Karena Allah

Aku senang, setiap tulisanku menjadi motivasi untuk sahabatku Roza Novitra Sari, Fitriana rose, Alfandri naldi, Muthitara, kak Hevina, kak Risna Yaalmi, Nur’aini fitria, Diana hadi, zainal abdil dan semua anak-anak didik 2010, yang saat inipun mereka tengah ditempa ketangguhannya oleh tuhan dengan penyakit yang istimewa, aku selalu katakan padanya bahwa kita ini adalah makhluk yang istimewa hingga Tuhan akan uji kenaikan kelas kita dimata-Nya dengan yang istimewa maka bila kita sanggup melewati ujiannya maka kita akan menjadi makhluk kecintaan langit.

Ayah selalu menggilku dengan panggilan “syaulul” ( yang Istimewa) karenanya aku bangga memilki beliau. Dengan panggilan itu aku ingin menjadi seperti apa yang dipanggil ayah, menjdi yang istimwa utnuk mkhluknya dan menjadi yang istimewa tuk Tuhanku.
Saat ini aku masih menjadi bidadari aYah, yang malaikatpun juga tahu kalau aku adalah Bidadari ayah J

Aku ingin kelak menjadi syahidah seperti syahidnya ayahku
Berkumpul bersama ayah di Syurga bersama ibu, kakak-kakaku, kepompong-kepompongku, kuncup-kuncup bungaku, rusukku dan anak-anakku kelak.

Berada di taman yang hijau dengan mutiara bening hijau yang bergelantungan bak anggur disetiap  pohon disudut taman syurga, dengan kaki yang selalu suci dan bersih karena  air-air jernih  yang mengalir diseluruh taman.

Aku sellau bermimpi ingin membangun rumah sakit
“RS SYAULUL”
Mimpi yang selalu aku do’akan dalam Tahajjud panjangku, agar di tahun depan aku bisa mulai membangunnya, musthil memng, tapi itulah yang aku impikan, bila Tuhan berkehendak maka Tuhan akan nyatakan Mimpiku ini, biarlah orang mencibirku, meludahiku bahkan mengatakan aku gila tapi aku yakin Tuhan punya skenario yang indah untukku
Kunfayakunn (jadi maka jadilah )

2013 adalah Tahun dimana aku menemukan jati diriku
Membentuk kepribadianku
Tahun dimana aku mempu kembali mencintai agama, kelurga dan sahabat-sahabatku
Tahun dimana aku mampu menjadi motivator untuk diriku

2013 bagiku adalah tahun yang penuh dengan ujian yang indah, aku punya sahabat-sahabat baru SHSJ (Satu Hari Satu Juz), sehingga dengan hadirnya mereka menjadi motivator buatku

2013 adalah tahun penuh ujian, cinta, senyum dan kebahagiaan bagiku

Aku akan tinggal Tahun 2013
BismillahirahmaniRaahimm
2014 masehi
Aku sambut dengan suka dan selawat keatas nabi
Pada akhirnya aku selalu katakan
Maka Tersenyumlah Cantik!!!
:) Zunnurul Laila Binti Ahmad Nasri :)

Rabu, 11 Desember 2013

Fisabilillah untuk sang TINTA HITAM


Sebut saja Ifa, aku anak SMA TARUNA dan sekarang duduk dikelas X, ini hari senin yang kutunggu-tunggu, tepat tanggal 16 juli ultahku yang ke-17. teman-temanku bilang di umurku yang segini aku sudah dewasa, tapi tidak bagiku. Entahlah walaupun aku senang dan gembira tapi persaan ku terasa gelisah.
” Fa  .  . . kesini !” Bella memanggilku dengan nada keras, akupun menghampirinya sambil memukul pundaknya.
” Assalamualaikum. . .  Ada apa, ku rasa bisa dong manggil dengan nada pelan. ”
” Walaikum salam . . . Ihhh . . .  kamu nggak pernah berubah, akukan udah terbiasa dengan suara yang begini, mau digimanain lagi, suarakan nikmatnya Allah jadi aku nggak bisa robah semau ku dong ”
”Udah ah, tadi manggil kanyak kehilangan iman aja, sekarang ngomong kayak kesambet, ada apa, bella cantik ?”
” Siapa sih yang dirumah kamu ? tadi kebetulan aku lewat depan rumah kamu, ada hajatan ya, kamu bakal ngerayain ultah ya, kamu kok nggak ngundang sih ?”
” Aku juga nggak tau Bel, mungkin saja tamu ayah atau mungkin juga teman bunda. ”
Setelah mendengarkan jawabanku Bella pergi keruang kelas gitu aja tampa mengucapan salam, sepertinya ayah atau bunda akan beri kejutan untukku. Tapi perasaanku makin tambah gelasah.
Aku belajar seperti biasanya, dulu sebelum aku masuk kesekolah ini,ayah selalu saja mengharapkan aku bisa lulus saat dites, masih terngiang dibenakku apa yang dikatakan ayah, guru-guru yang bermutu, pendidikan yang terjamin, tapi ternyata semua sama saja dengan sekolah dimana anak-anak yang tak mampu bersekolah. Terkadang aku juga sering kesal dengan perlakuan guru-guru terhadap kami, mereka pandai memberi tugas padahal terkadang aku dan teman-teman yang lain belum paham dengan yang beliau ajarkan tapi kalau salah bukannya diajari malah dihukum. Penerapan pendidikan seperti ini masih tetap saja menghantui gaya pengajaran serta pendidikan di sekolah. Republik Indonesia tercinta ini, belum lagi murid-murid yang sombong, membanggakan harta orang tua mereka dan setiap ada yang tidak ku ketahui aku menanyakanya keguru, tapi kebiassaan buruk yang terjadi di sekolahku sudah mendarah daging, yaitu menorakkan siswa yang selalu bertanya, mereka berfikir setiap siswa yang bertanya adalah siswa yang tergolong bodoh, namun hal itu tak menyurutkan aku untuk selalu bertanya. Ibarat kata pepatah, bak pinang di benah dua sama saja.
Waktu istirahatpun tiba, hari ini aku puasa senini-kamis, pola diet yang selalu jadi langgananku, aku berjalan menuju kemushala sekolah buat shalat dhuha, tak begitu jauh dari kelasku, hanya butuh melewati 3 ruang aku akan sampai kesana. Selesai berwudhu akupun shalat.
” Ya Allah, Ya Rahman, hilangkanlah kegelisahan hati hamba, hamba tahu, engkau maha penyejuk setiap hati. Ya Hayyun, kuatkan hamba dalam memberi puasa ini buat kak fadly, dia telah banyak memberikan saya pengajaran tentang arti hidup ya Allah, jadikanlah Puasa hamba Sebagai obat Buat kesembuhannya Ya Allah. Hamba tahu engkau pemilik obat dari segala penyakit, hamba tahu Ya allah, jabahlah Do’a Hambamu yang lemah tak berdaya ini Ya Allah . Amin”
Bening suci jatuh dari pelupuk mataku, fadly adalah tetangga yang selalu menemiku dikala ayah taupun bunda sibuk dengan pekerjaan mereka. Tapi sekarang dia sedang kritis dirumah sakit, untuk bantu dengan mareri. Mereka tidak membutuhkannya karana mereka juga punya kehidupan yang berkecukupan sepertiku, aku hanya bisa membantunya dengan puasaku, dengan do’aku. Karana kak Fadly sering bilang, hidup adalah nuansa yang paling indah, namun kehidupan tidak akan terbanyar dengan uang. Sampai sekarang aku masih berharap kak Fadly menjelaskan apa maksud dari kata-kata itu.
Setelah aku memasukkan mukenaku kedalam tas, akupun kembali keruanganku. Kegelisahanku tak urung pergi, aku selalu berzikir, entah apa yang terjadi akupun bingung. Sampai ahirnya waktu pulangpun tiba.
Aku berlari kecil kegerbang sekolah, ternyata mang habab, sopir pribadi ayah sudah menanti-nanti kedatanganku.aku mengajaknya buat menjenguk kak fadly kerumah sakit.
” Mang, kita kerumah sakit dulu ya, perasasan Ifa nggak enak dari tadi. Ifa takut kak Fadly kenapa-napa mang.”
” Iya Fa, mamang akan antar Ifa kesana tapi sebentar saja ya”
Mamang melajukan avanzanya kearah rumah sakit, sesampainya disana dia aku mengajak,mamang untuk ikut bersamaku keruang kak Fadly. Tepat didepan ruangan yang bertulisakan ” ICU” itu aku berdiri. Akau kesal tak di izinkan masuk oleh perwatnya. Aku menghampiri ante Anna ibunya kak Fadly, sungguh sangat kurasakan harapnya seorang ibu akan kesembuhan anakanya,.
Aku pamit karna harus buru-buru pulang, sesampainya dirumah bukan pakaian yang aku ganti tapi air wudhu yang akau ambil. Selepas 2 raka’at shalat aku langsung bedo’a.
” Ya Allah, engkau penggenggam langit dan bumi, engkau maha berilmu tentu engkau mencintai orang yang berilmu. Ya Allah tunjukkan kasihmu pada kak Fadly ya Allah, izinkan dia untuk menunakann cita-cita untuk membuat sekolah yang benar-benar mampu mendidik anak-anak bangsa ini Ya Rahman, selamatkan ia dari pergelutan mautnya ya Allah. Amin”
***
  Terdengar suara teriakan dari lapangan basket, teriakan yang tidak seperti biasanya anak-anak cewek berlari-lari bergelut dengan teman-temannya. Usut dengar usut ternyata itu suara penonton yang ketakutan melihat anak basket cowok berantem, hal yang sudah tidak asing lagi didengar telinga kita. Tidak terima dengan kekalahan dan akhirnya adu kekuatan yang melibihi moral kita sebagai saudara dalam satu tujuan yaitu meraih ilmu.
Sekarang tidak ada lagi pendidikan khusus tentang moral, hanya ada PKN dan itu sudah tidak diperhitungkan lagi, teknologi dan sains yang dincar-incar sampai-sampai teroris dimana-mana karna tidak ada rasa kemanusiaaan lagi yang ditanamkan di sekolah-sekolah.
Aku selalu meresa geram setiap kali melihat perlakuan murid-murid kepada guru-guru, tidak ada rasa hormat, bahkan terkadang guru-guru malah dianggap teman sebaya. Mana penghargaan buat mereka yang mampu membuat kita menjadi orang yang dipandang. Fikiranku berlari kecil kesekolah mendengar kak Fadly menanyakan kabar sekolahku.
” lho kok malah menghayal sih  ?”
” seperti biasa belum ada yang berubah dengan sekolah, bahkan tadi waktu di sekolahan anak – anak pada berantem.
 Ruangan yang berAC itupun senyap tidak ada suara, sampai aku membuka suara
” kak, hari ini terakhir aku sekolah kak, karna ayah sudah gulung tikar, semuanya ditarik sama Bank, ayah gagal proyek. Dan kami akan pindah. Ayah benar-benar kehilangan semuanya, tapi aku tetap bersyukur kak, ayah masih tetap bisa bersama kami”
Kak Fadly tak bersuara sedikitpun, dia hanya menetapaku dengan rasa iba, aku berpamitan untuk pulang dan berpamitan untuk terakhir kalinya. Kulangkahkan kaki dengan berat sekali, tapi tidak ada yang bisa ku perbuat.
Sekarang hari-hari yang kujalani sangat berat, akhirnya aku meresakan juga pahitnya hidup anak-anak jalan, tidak sekolah, bahkan makan hanya dapat satu kali dalam sehari, belum lagi harus menghindar dari ketakutan polisi yang selalu saja menghalangi kebahagian mereka.
Aku menatap matahari pagi dengan rasa rindu akan kak Fadly yang selalu memberikan ketenangan tiap kali aku merasa ketakutan,bahkan disaat akau merasa gagal sekalipun, entah mengapa aku merasa kak Fadly pasti akan mendatangiku.
2 tahun berlalu setelah aku meninggalakan kehidupan yang serba ada, pindah kekehidupan yang aku sendiripun bingung untuk menjalaninya. Walaupun tak seburuk mereka yang harus banting tulang hanya untuk menyambung hidup, tapi cita-citaku untuk menjadi spycolog tak mampu ku gapai, bunda setahun yang lalu telah meninggalkan kami, dan pergi dengan wanita yang katanya mampu memberikan kebahagian buatnya.
Aku dan ayah tak membenci beliau, ayah menerima keputusan bunda, tapi aku sangat sedih, harus kehilangn figur seorang ibu. Namun entah kenapa disaat getir seperti itu, disaat aku melamar pekerjaan disebuah perusahaan swasta, aku bertemu dangan kak Fadly, ternyata harapanku selama ini menjadi kenyataan, aku bercerita banyak dengannya, tentang kuliahku yang gagal, tentang bunda juga tentang harapku akan sistem pendidikan yang sampai sekarang belum juga berubah.
Ternyata  papanya kak Fadly telah mengembangkan sayap perusahaannya, dan tempat aku melamar pekerjaan itu adakah perusaahan milik mereka. Beberapa bulan berjalan, aku kaget saat kak Fadly melamarku, dia beri mahar kuliah spycolg dan berjanji akan mendirikan sekolah yayasan buat siapa saja, namun dengan sistem pendidikan yang diimpikan selama ini.
Aku bahagia sekali, tidak sia- sia, do’a dan juga kesabaran yang aku tuangkan dalam hidupku selama ini, yayasan yang kami dirikan itu sekarang sudah punya 5 cabang dan ribuan siswa –siswi. Aku juga telah menyelesaikan spycolog anak, dan sekaranga aku sedang menjalani kuliah untuk jadi spikiater,aku ingin tahu apa yang anak –anak  inginkan, akau ingin tahu apa yang mereka harapkan dari ilmu yang mereka peroleh, guru-guru yang mengajar di yayasan Fisabilillah untuk sang tinta hitam, itu nama yayasan yang kami dirikan, sebagai simbol dari perjuangan dalam meraih cita-cita pendidikan Indonesia kami itu telah mendapatkan berbagai pengahargaan dari pemerintah, siswa-siswi yang kami bina disana telah berkeliling dunia, menghadiri undangan berbagai negara.
Sungguh kekuatan cinta, ilmu, dan amal tiada tandingnya. Jika kita mampu untuk bersabar dan terus menganggap bahwa skenario cinta Allah itu indah, aku akan terus berjuang untuk sistem pendididkan Indonesia tercinta.  

Senin, 25 November 2013

Satu Kata Untuk Cinta, Terimakasih :)

25 November 2013

Aku terbangun tepat pada pukul 04.01 WIB, entah apa yang buat aku bersemangat masa itu. aku melalukan ritual yang selalu aku lakukan setelah aku terbangun, membaca do'a bangun tidur, membaca salawat Nabi dan membaca Al-fathihah teruntuk ayah, ibu,kakak-kakak, kepompong-kepompongku,kuncup-kuncup bungaku,sahabat-sahabatku, dan teruntuk orang-orang yang membenciku.

setelah aku lakukan itu, aku keluar dari kamar menuju dapur, membersihkan diri dan ku kerjakan shalat tahajud dan sedikit membaca Al-Qur'an. Setelah itu, aku buru-buru masak dan membersihkan rumah, alhmdulillah, Subuh itu badanku terasa ringan, aku terasa sehat. Selesai aku membersihkan rumah yang kecil itu, ku dengar muadzin mengomandangkan adzan, aku mandi dan melalukan shalat Fajar dan Subuh, setelah itu aku kembali membaca Al-Qur'an, di tengah-tengah ayat ke 23 yang aku baca tiba-tiba alergi hidungku kambuh, air mataku pun keluar akibat bersin-bersin yang tak berenti, nafasku mulai sesak, ini sudah ku alami 2 tahun yang lalu, dan ini juga sudah menjadi rutinitasku setiap subuh saat ngaji, mungkin karena cuaca subuh yang dingin sehingga alergi hidungku kambuh.

Aku berbisik dalam hati, "Tuhan semoga ini hanya aku yang mengalam"

sembari itu aku ambil empat butir obat alergi hidungku, ya. . Efeknya aku jadi ngantuk, aku pun membaca do'a tidur dan ya tertidur. .

Pukul 07.23 wib, aku terbangun, lagi-lagi aku lakukan ritual bangun tidurku, aku lakukan itu karena aku bagitu menghargai waktu di saat aku dibangunkan kembali setelah tidur, karena menurutku ini kesempatan yang Tuhan bagi untukku, berarti aku masih hidup, ya begitulah caraku mensyukuri nafas dan jantung yang masih berdetak ini, saat itu pula aku teringat bahwa hari ini adalah hari memperingati hari guru

aku menghubungi, ku sampaikan selamat hari guru padanya dan ucapan terimaksih kepadanya yang telah menjadi kakak yang banyak mengajarkan hal-hal berharga kepadaku adik kecilnya ini, begitu pula saat aku berbicara  dengan ibuku, bagiku ibu guru yang hebat, mulai dari aku masih belindung dari dalam rahimnya sampai detik ini.

Mungkin ada sebagaian orang yang ungkapkan "untuk apa memperingati hari guru,kan setiap hari kita ada hari guru, kita ketemu guru"
ya. . Tapi apa pernah disetiap hari itu kita ucapkan terimakasih kepada mereka ? Tidakkan ? Apakah pernah setiap hari itu kita ingat jasa-jasa mereka ? Tidakkan ? Jadi, pantaslah ada hari guru, setidaknya ada satu kali dalam setahun kita ungkapkan terimaksih kita kepada semua guru kita, kepada orang-orang yang telah berjasa buat hidup kita, jangan maknai hari guru itu hanya untuk guru-guru di sekolah kita, ingatlah guru adalah setiap orang yang telah mengajarkan hal baru yang positif untuk perubahan kita. Maka ungkapkanlah terimakasih kepada mereka-mereka.

Jam 09.43. . Aku mengirim pesan singkat kepada enam orang kakak-kakakku, dan beberapa orang guru masa aku sekolah dulu, ku ungkapkan rasa terimaksihku yang teramat dalam, aku katakan aku bangga punya kalian.
Yaa. . Aku bangga.

Jam 11 baru dapat aku balasan dari kakakku yang pertama "trimakasih adikku, teruslah belajar tuk gapai cita2, semoga kesuksesan selalu bersama kta. .amin" itulah balasan dari kakak pertamaku dan yang ke enam, "hanya balasan yo'i" :D ya. . karena sebelumnya aku telah menelfonnya.


Pukul 18.21 aku dapat pesan singkat dari FLP ROHUL mereka ungkapkan rasa terimaksih kepadaku
ya. . Aku bingung, dalam rangka apa ?
Dalam rangka hari guru untuk calon guru Zunnurul Laila dan tenaga pengajar rumah baca 2010 masa itu :)
yang tak ku sangka-sangka pula anak schopia juga mengirim pesan ke fb dan twitterku, begitu juga Kaleb penulis muda, Allahu Akbar, begitu diperhitungkannya aku oleh mereka.
pukul 19.27 WIB. . setelah shlat isya aku dapati  lagi pesan singkat dari kakak-kakakku yang lain. kakakku yang ke ke-5 "Terima kasih adk tak melupakan kami.doakan orang tua mu pasti km sukses dk".
lagi dari kakakku yang ke-7 "terimksh bungsu, selalulah belajar, dan jgn lupakn kmi".
ya. . . dua orang kakakku tidak membalas pesanku aku tahu, kakakku tak akan sempat melihat hpnya :). memang, kakaku yang ke-3 sudah seperti bunda buatku, dia yang merawatku saat aku masih kecil, karena ibu berjualan dan mengajariku membaca, aku masih ingat saat aku dihukum tidak pandai membaca saat kelas satu, hingga kakakku Silas Suheni mengajariku pelan-pelan hingga aku mendapat juara dua di kelkasku :D



Aku teringat kata-kata dosen pembimbingku, yang aku takzimi Bapak Supriyadi, beliau pernah katakan hidup kita sejahtera  dengan tiga kata "maaf, tolong dan terimakasih"
yaa. . Tuhan, terimaksih telah hadirkan aku di tengah keluarga dan lingkungan yang mencintaiku.
Pada akhirnya aku katakan terimaksih untuk semua orang-orang yang mencintaiku dan untuk orang-orang yang membenciku karena dari kalianlah aku banyak belajar arti hidup.

Kamis, 21 November 2013

Kekuatan Senyuman

21 Nov 2013
Fajar tiba, tak kunjung mata terpejam, subuh pun masuk dan pagi. Didil mengirim pesan singkat, menanyakan apakah aku sudah pulang atau belum. Aku katakan aku telah pulang, sebab malamnya dokterpun cakap belum dapat lihat hasilnya. Paginya, aku kuatkan hatiku untuk ke kampus, yang aku bayangkan adalah akan menemui kawan-kawan dengan gurauan-gurauan, tawa dan berbagai tingkah mereka. Aku kokohkan tegakku agar tampak kuat, ya. . . Kuat.
Aku merintih sakit dalam hati, dengan kerutan dikeningku, hingga didil bertanya, "sakit?" aku hanya jawab dengan senyum.
Aku melangkah memasuki kelas dengan pelan,namun berharap akan sampai cepat. Memasuki kelas aku mulai lah aksiku. . Ya. . Kejahilanku, kawan yang duduk dibelkangku si faris yg biasa aku panggil uwih meminta permen karet. . "yah. . Tak ada beli"
dia kecewa, namun kukeluarkan permen minz, akhirnya dia tersenyum, si enny yg biasa aku panggil enong sang pengawal pribadiku dan si didil (sopir pribadiku) , hekhek. . (didil,gurau) membicarakan tentang kanker payudara yang aku tag padanya,hingga membuat kami tertawa, aku tertawa lepas tanpa beban, takku rasakan sedikitpun nyeri yang aku rasakan, takku rasakan sakitnya. Hingga tawa kami di sapa oleh kawan yang lain, sembari itu aku kembali mengingatkan chintya tentang kejutan party millad sobatku, ya. . Aku tak ingin karenaku sakit, gagal rencana yang telah dibuat, sebab malm tanggal 20 itu asna bilang tunggu aku sembuh dulu. sebabnya aku kuat-kuatkan untuk duduk dan aku bawa tertawa. Setelah selesai, aku berjalan dengan berpegangan pada bangku-bangku yangku telusuri. "hai kakak, gimana sehat ?" ku dengar suara yang terdengar dari samping, ternyata si leni yang suka ngerayuku dengan gombalannya. aku hanya balas pertanyaannya dengan senyum dan menyalaminya.
Tiba waktunya pun, kami habis kelas, Pulang kembali ke kost dan menyusun rencana party tersebut. Kami masak, untuk dimakan, jujur tak sanggup rasanya aku memasak, syukur, si enong mamasaknya.

Party berhasil, senyum kembali terumbar dari bibir sahabat-sahabatku, aku ajak mereka berdo'a atas keberkahan ini, dalam hati kecil aku berbisik "Tuhan, andai ini yang terakhir maka, jadikan kami sahabat bukan hanya di Dunia-Mu, tapi juga Syurga-Mu" setelah semua berhasil tiba waktu kelas sosiolinguistik, ya. . Kami kembali berangkat ke Kampus. .

"Basmallah" dalam hatiku, lalu sesampainya di kampus, aku terserang alergi hidung, tak henti-hentinya aku bersin, aku sempat tertidur kala di langsungkannya diskusi. Aku terbangun saat ku dengar si enong dan didil mau mengambil foto ku dan ternyata kami pindah kelas bahasa arab, aku terlambat masuk kelas, berdua dengan Enong, si Didil kembali mengirim pesan singkatnya, "bapak sudah masuk"
selain itu karena khawtirnya dia telfon si enong
jujur pada saat itu aku tak sanggup jalan, hingga ku tahan enong untuk duduk dulu. Karena terlambat masuk kelas, aku kebagaian kursi bagian belakang, si wahyu, taufik dan royan memintaku untuk duduk didekat mereka, karena aku tak sanggup duduk berhimpitan akupun mengiakan permintaan mereka. Ternyata, si wahyu mengajakku bergurau begitu pula dengan royan hingga pertengahan kelas kami ditegur, dan semua tertawa termasuk aku, ya. . Aku tertawa ternyata kenakalan kami diketahui oleh pembimbing.

Pembagian hasil test tertulis bahasa arab Alhamdulillah aku mndapatkan nilai sempurna, sedikit menambah semngatku. Aku senang, hingga kelas berakhir.

Aku dan didil pulang, sesampainya dalam rumah, aku kuatkan semangatku, aku kerjakan semua yang bisa aku kerjakan.


Jam menunjukkan pukul 7 lewat, aku mulai merasakn nyeri yang luar biasa, disaat itu terlintas wajah-wajah mereka yang aku cintai, apa mungkin tiba waktunya ? Entahlah. . Semua Tuhan yang tahu

hari ini, aku katakan hadapi dengan senyuman, hadapi dnegan segenap jiwa, semua akan baik-baik saja, semua telah di tetapkan oleh-Nya, merelakan ini yg terbaik adalah yg terpenting.

Serangkai Al-Fathihah dan sepucuk surat cinta Surah Yassin tuk ayah, serangkai Al-Fathihah dan sepucuk surat cinta Surah Ar-Rahman teruntuk Ibu, kakak2, kepompong2, bunga2 kuncupku, guru2ku, sahabat-sahabatku,dan orang yang aku cintai.
Assalamualaika Ya Rasulullah. .
Assalamualaikum Jum'at yang Agung
love to Allah

Senin, 27 Februari 2012

Makna bahasa dan dialek Melayu bagi bahasa Indonesia



  • Sejarah Bahasa Indonesia diambil Dari Bahasa Melayu
Umumnya orang mengetahui bahwa bahasa lndonesia yang sekarang berasal dari bahasa Melayu. Istilah bahasa Melayu sendiri mengacu pada bahasa Melayu Riau, yaitu bahasa Melayu yang diajarkan di Sekolah-sekolah sebelum Perang Dunia II berkecamuk. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu yang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia. Adapun bahasa yang ikut andil dalam perluasan bahasa Melayu yaitu bahasa Arab yang dibawa oleh para pedagang Arab yang beragama Islam, karena orang muslim mendapat kedudukan yang istimewa dihadapan orang Melayu dan dalam perluasan bahasa yang sangat berperan dalam mencapai puncaknya adalah kerajaan Sriwijaya. Dalam beberapa periode kerajaan Riau-Lingga juga mempunyai andil yang besar dari sejarah bahasa Melayu dijadikan bahasa Indonesia. Bahasa Melayu adalah lingua franca (Bahasa Perdagangan) di seluruh kepulauan Nusantara, dipakai dalam pergaulan oleh semua orang dari berbagai bangsa. Kebanyakan orang pribumi, terutama orang Jawa, tidak merasa sulit mempelajari bahasa itu dan hampir semua priyayi di Jawa mengerti dan juga menulisnya.
Pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda tidak lagi menahan gejolak ingin memiliki bahasa persatuan maka lahirlah “Sumpah Pemuda” sebagai ikrar para pemuda yang menyangkut kebahasaan. Dalam merumuskan bahasa para pemuda melakukan kongres yang diberi nama kongres I disolo yang bertujuan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, Pada tahun 1945, bahasa Indonesia dijadikan sebagai Bahasa Nasional sebagai bahasa persatuan dan disahkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Jalan sejarah yang demikian telah menjelaskan kepada kita bagaimana arti bahasa melayu yang telah dibina di Riau dalam perjalanan kebahasaan di Indonesia. Maka dalam pengucapan bahasa Indonsia tidak salah rasanya jika dialek melayu Riau itu diperhatikan.

  • Arti dialek Melayu Kepulauan terhadap Bahasa Indonesia
Orang Melayu secara antropologis akan mudah dikesan sebagai manusia peraiaran. Mereka kurang menyukai daerah pegunungan. Keadaan ini dengan sendirinya memberi warna kepada budaya mereka. Sekat-sekat  Perbedaan geografis juga telah membuat beragam dialek. Ada enam ragam dialek di Riau yaitu:
1.      Dialek Melayu masyarakat terasing
2.      Dialek Melayu petalangan
3.      Dialek Melayu Pasir Pengaraian
4.      Dialek Melayu Kampar
5.      Dialek Melayu Rantau Kuantan
6.      Dialek Melayu Kepulauan
 Dari enam macam dialek yang terdorong besar maka lima diantaranya digolongkan sebagai dialek rendah karena dialek ini hampir sepenuhnya bersifat lisan sehingga sulit sekali membuat pembekuan dan pembinaan tata bahasanya. Sementara itu dari para pemakainya sedikit sekali para pengarang yang mampu membina dialek ini kedalam karya tulis. Berbeda dengan dialek melayu Riau-lingga yang terpelihara karena adanya para pengarang yang amat produktif menulis berbagai karya tulis. Dalam perjalanan yang panjang bahasa Indonesia telah tumbuh dan berkembang begitu rupa, bahasa ini telah merayap kekata-kata bahasa Inggris dan bahasa Daerah.
Pengucapan yang tidak mempunyai pedoman dan pemakai kata-kata yang mengabaikan makna bisa diatasai dengan cara memperhitungkan kembali bahasa Melayu karena bahasa Indonsia itu berasal dari Bahasa Melayu, tentu yang layak dipertanyakan adalah orang melayu yang mereka menggunakan bahasa Ibu. Dalam sejarahnya kerajaan Riau-Lingga lah yang menjadi asal muasal bahasa Melayu dijadikan bahasa Indonesia. Didalam beberapa periode telah dibina sedemikian rupa dan menjadi bahasa yang bernilai standar dan oleh orang Belanda dialek Riau itu disebut dengan Bahasa Melayu tinggi.
Dialek Melayu yang ditulis oleh pengarang-pengarang Riau-Lingga membuat bahasa itu dipandang sebagai simbol penjajahan dan karena itulah bahasa ini dirasakan sebagai milik bangsa Indonesia, sehingga namanya  diubah menjadi bahasa Indonesia. Pengucapan bahasa Indonesia yang dibiarkan begitu saja menurut dialek pemakainya tidak menguntungkan. Keadaan itu pertama sekali selalu menapilkan warna vokal, hal ini tidak menunjang persatuan, sebaliknya apabila pemakai bahasa Indonesia tampil dengan mengucapakan yang tidak lagi membayangkan derah atau sukunya maka bahasa Indonesia dapat dirasakan sebagai milik bangsa.
Hal ini sama juga berlaku terhadap arti kata-kata. Arti kata-kaat bahasa Indonesia juga tertumpu kepada bahasa Melayu. Jika setiap masyarakat menggunakan arti bahasa sesuka hatinya maka bahasa ini akan kehilangan arah. Dalam hal ini hendaklah dihindarkan masuknya kata dari bahasa daerah yang sama namun berbeda artinya. Sepintas lalu memang memperkaya bahasa Indonesia tetapi juga akan merusak sistem bahasa Indonesia. Sudah seharusnya kita kembali kepada tradisi pembahasaan yang sederhana semua kata bahasa Melayu punya potensi dipakai dalam bahasa Indonesia karena sistem bahasa Indonesia berpijak kepada bahasa Melayu. Kata-kata daerah dapat dimasukkan untuk memperkaya bahasa Indonesia, jika kata-kata itu belum ada pada Bahasa Indonesia. Terhadap penerapan kata-kata asing dicarilah terlebih dahulu padananya didalam bahasa Melayu misalnya dengan memperhatikan naskah-naskah Melayu lama yang cukup besar jumlahnya.
  • Pengaruh dialek  Melayu Kepulauan terhadap penggunaan Bahasa Indonesia
Dialek Melayu kepulauan Riau merupakan dialek Melayu yang paling dominan dan cukup besar perannya dalam sejarah kebahasaan di Nusantara. Dialek ini pada mulanya bisa disebut dengan dialek Riau-Johor karena kerajaan Riau, Johor dan Lingga bersatu pada mulanya sebelum dibagi dua oleh Belanda dan Iinggris dengan perjanjian London tahun 1824. Dialek ini juga bisa disebut dengan dialek Riau-Lingga ( setelah perjanjian london). Dialek Melayu kepulauan Riau merupakan suatu dialek Melayu yang pernah terjaga dengan baik. Pembinaan dialek ini telah dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh pengarang Riau yang dipelopori oleh Raja Ali Haji. Langkah-langkah pembinaan dialek ini berlangsung paling kurang sejak abad ke 19 terutama dengan munculnya karya Raja Ali Haji.
Raja Ali Haji yang lahir di Pulau Penyengat pusat kerajaan Riau-Langga dalam tahun 1808 menulis kitab tata bahasa Melayu yang bernama Bustanul Katabun. Dengan kitab ini dialek di Melayu mendapat beberapa kemanjuan. Pertama memperoleh pedoman penulisan dialek Melayu sehingga tradisi bahasa yang bersifat lisan mulai diimbangi dengan tulisan. Kedua, pemakaian tulisan Arab-Melayu menjadi bagian tradisi dialek Melayu dalam kerajaan Riau-Lingga.
Usaha Raja Ali Haji membina bahasa Melayu dalam kerajaan Riau-Lingga ternyata telah menimbulkan perhatian yang besar dari generasi penerusnya, setelah beliau lahirlah kaum cendikiawan yang membuat perkumpulan dengan nama Rusyidah klab. Dalam Rusyid klab ada dua orang penulis tatabahasa Melayu yaitu  Raja Ali Tengku Kelana dan Abu Muhammad Adnan. Para pengarang atau penulis semasa kerajaan Riau-Lingga di daerah kepulauan Riau sekarang ini sebagian besar bisa dikatakan ulama, mereka tidak hanya pandai berbasa Melayu tetapi juga fasih berbahasa bahasa Arab. Sementara itu, selain perkembangan dialek Melayu dalam kawasan kerajaan Riau-Lingga dapat lebih bermakna lagi, sebab pembinaan bahasa atau dialek  Melayu diikuti pula oleh berbagai karya tulis lainnya. Dari pihak kerajaan datang pula kemudahan dengan berdirinya percetekan. Ada tiga percetakan yang dibangun di Riau yaitu Rumah Cub Kerajan di Lingga kemudian Mathabatul Riauwiyahlalu Al Ahmadiyah Press.
Terpeliharanya dialek Melayu dalam kerajaan Riau-Lingga telah menyebabkan pemerintah kolonial Belanda memakai bahasa Melayu sebagai pengantar di Sekolah-sekolah bumiputera sejak tahun 187. Kemajuan yang dicapai oleh dialek Melayu Riau-Lingga menyebabkan bahasa itu terpilih sebagai pengantar bahasa di sekolah bumiputera. Posisi yang demikian penting diperolehnya menyebebkan pula dialek ini disebaut dengan Melayu Tinggi. Tentulah disamping kualitasnya yang terpelihara dengan baik tetapi juga menunjukkan bahasa ini menjadi bahasa pergaulan kalangan terdidik serta para pejabat pemerintahan. Dialek ini tidak sama dengan dialek yang dipakai oleh masyarakat Melayu lainnya yang hanya sebatas bahasa lisan. Dialek Melayu tinggi memperlihatkan kelebihan pengucapannya dari pada bahasa melayu ditempat lain sehingga pengucapan dialek itu akan cenderung lebih jelas, indah dan rapi.
Jalan yang diambil Belanda menjadikan dialek Melayu Riau menjadi bahasa pengantar pada sekolah rakyat, sekolah guru dan raja disamping sebagai bahasa Resmi telah membahayakan kedudukan bahasa belanda, meskipun hasil rancanagn politik bahasa kolonial yang dibuat oleh Prof. Nieuwenhuis cukup menguntungkan bagi pengguna bahasa Belanda di Indonesia namun apa yang tejadi tetap lain. Politik Belanda itu bagaimana caranya melestarikan Bahasa Belanda di Indonesia sehingga katanya tujuan politik “menolong bangasa Hindia, membatu masa depan dan menolong bangsa Belanda mempertahankan masa silam” maka siapa-siapa yang memakai bahasa belanda akan memperoleh berbagai kebahagiaan. Bagaimanapun juga keuntungan yang diperoleh bagi pengguna bahasa Belanda ternyata bangsa Indonesia hanya dapat merasa bersatu dengan memakai bahasa Melayu yang berpokokkan dialek Melayu Kepulauan.
Dipakai pula oleh bangsa Indonesia sebagai pemersatu bangsa untuk membntu solidaritas menuju bangsa yang mardeka. Dalam perkemabangannya menjadi bahasa Melayu tinggi lalu kemudian dikokohkan menjadi bahasa Indonesia hanya kecendrungan bunyi (e) pada posisi akhir kata seperti mane, siape,dan hambe dalam dialek melayu Riau-Lingga yang kemudian menjadi kokoh dengan bunyi (a) dalam bahasa Indonesia, sehingga kata-kata itu menjadi mana, siapa dan hamba. Perubahan itu sebenarnya mudah dipahami, terutama setelah kita perhatikan dari sudut bahasa tulis, karena bahasa Melayu di Riau mengguankan Arab-Melayu maka untuk bunyi vokal pada akhir kata tidak nampak jelas bedanya. Dengan demikian bunyi (e) dengan mudah dibaca (a) oleh orang yang tidak terbiasa dengan lidah Melayu. Dalam Arab-Melayu juga tidak di bedakan dengan tajam bunyi-bunyi vokal a,i,u,o,e keras dan e lemah dan juga dapat disesuaikan dengan dialek Melayu diberbagai tempat.
Struktur kalimat yang lazim dalam dialek Melayu tetap bertahan dalam bahasa Indonesia,selain itu hubungan orang Melayu kepulauan dengan orang Malaysia dan Singapura sekaligus menjaga bahasa dan budaya ini semua masih tertanam dalam aktivitas kebahasaan. Orang Melayu kepulauan sudah terbiasa mengikuti televisi dan radio yang dipancarakan oleh Malaysia dan Singapura sebab simbol-siombol mudah diterima oleh pemaki bahasa Melayu di Utara, tetapi oleh ragam kemajuan dan persentuhan antar bahasa Indonesia dengan bahasa Belanda, Inggris dan sebagainya maka wajar saja kalimat baru kemudian ada. Dengan demikian tidak ada sebenarnya perbedaan yang mendasar antara dialek Melayu Riau kepulauan dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang juga bahasa Melayu di Malaysia sebenarnya tetaplah bertumpu pada dialek Melayu di Riau-Lingga yang daerah pengruhnya pernah meliputi Johor. Malaka dan pahang sehingga jika kita ingin pengucapan yang standar (baku) maka pemakaian bahasa Melayu di kepulauan Riau adalah sebagai media.
Dalam bahasa tulis orang Melayu hampir dapat dikatakan memakai bahasa Melayu tinggi atau bahasa Indonesia meskipun sesama warga pada masa sebelum kemerdekaan orang Melayu di Riau biasanya semua memakai Arab-Melayu dalam surat menyurat atau mengarang.

Minggu, 26 Februari 2012

Setinta tentang TEATER dalam SENI ISLAM

Konsep TEATER  dalam seni islam


Segi spykologi ( Dr.Inna mutmainah Sp.I) : Teater akan menuntun anak mengeluarkan imajinasi serta emosionalnya  sehingga tidak akan pernah lagi kita dengar seorang anak yang terpendam dengan mimpi-mimpi mereka karna lewat teater anak mampu berbuat bahkan anak mampu  menutupi kekurangan yang ada dalam dirinya.
Segi intelegen otak ( Dr.yout savitri.MoT ) : Kita mengmbil contoh pantomim. seorang yang menjadi kupu-kupu, tangan Jemari yang bergerak akan membuat urat-urat syaraf tidak membengkak, gerakan-gerakan yang dilakukan akan dapat meningkatkan keseimbangan atau hormonisasi antara kontrol emosi dan logika yang akan sangat membantu kita dalam situasi  yang menjengkelkan.
  Gerakan dengan tangn dan kaki serta olah vokal yang dilakukan dapat memberikan rangsanga dan stimulus pada otak’ gerakan itu yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif (kewaspadaan’kosentrasi,kecepatan, belajar,pemecahan masalah dan kreativitas) sehingga imajinasi otak menjadi terarah.
Segi Agama    ( Ustadz Debi Sag. ) : Sebelum islam menjadi peradaban yang besar sebenarnya teater sudah berkembang luas, disaat islam yang masih berjalan dengan umat yang sedikit nabi Ibrahim berteater. Nabi ibrahim seolah-olah mengangap ismail yang ingin di sembelih itu sebagai hewan qurban, begitu juga dengan nabi muhammad terhadap cucunya hasan dan husin yang beliau berperan sebagai kuda disaat hasan dan husen menaiki pundaknya karena beliau tidak ingin cucunya bersedih.
        Dan Allah swt. Juga sudah jelaskan dalam Al-Qur,an bahwa dunia ini hanya Panggung sandiwara belaka.

  Begitu besarnya peran teater dalam islam dan hidup kita saat ini ditambah lagi dengan dunia yang kita tak tau apangkal ujungnya, kita dituntut untuk mampu berperean jadi diri sendiri bahkan jadiapa yang ada didepan kita dalam arti lain kita dituntut untuk siap dalam hal apapun. Teater juga mengajarkan kita untuk bisa menghargai orang lain. Contoh disaat berperan menjadi pengemis kita akan dapat rasakan penderitaan mereka atau juga malunya mereka karna pada hakekatnya mereka juga memiliki hati dan perasaan juga keinginan seperti apa yang kita rasakan.