Selasa, 06 Mei 2014

Sintaksis Konstruksi dan Konstituen

      Konstruksi adalah proses dan hasil pengelompokan satuan-satuan bahasa menjadi kesatuan yang bermakna. (kridaklaksana, 1982:92)

Jenis-jenis kontruksi
  1. Konstruksi morfologis
  2. Konstruksi sintaksis
Konstituen adalah  suatu satuan linguistik yang merupakan komponen dari suatu konstruksi yang lebih besar. ( Rystal, 1980 : 83).





Konstruksi pada kalimat 1
1.      Seorang dan guru
2.      Mengajar dan bahasa Indonesia
           Konstruksi pada kalimat 2
                  1. Seorang sarjana pertanian dan itu 
                  2. Seorang sarjana dan pertanian 
                  3. Menemukan ilmu dan baru
                  4. Menemukan dan ilmu

konstituen kalimat 1 berjumlah 4 konstituen
konstituen pada kalimat 2 berjumlah 6 konstituen
 



Minggu, 04 Mei 2014

Salam Adalah Do'a



Percakapanku dengan sahabat yang baru aku kenali namun dia telah lama mengenaliku.


Aku   :  lanjutkan perjuangan nada utk komunitas nada...dan sampaikan salam saya utk semua   org di sekeliling anda yg mengenali sya.
terimaksh atas perckapan singkat ini
terimaksih telah menjadi guruku
setidaknya aku bnyk beljar dri tulisan2mu shbtku
aku tidak mengenalmu tapi tahukah kamu, suatu saat pasti aku akan tahu dan mengenalimu
aku yakini itu
kawan: bolehkah saya meminta sesuatu?
Aku     : ya
Kawan :   jangan suruh saya krm salam kepafa siapa pun.
               kepada siapa pun.
Aku     : ok
               lupakn
kawan  :  Anda juga tidak perlu berterimaksih kepada saya:


aku punya sahabat, aku selalu diajarkan untuk memberikan salam kepada orang lain, lalu ketika aku merasa aku perlu memberi salam kepada beberapa orang yang aku kenali kepadanya dia menolak untuk menyampaikannya. entah apa alasannya. namun yang pasti dia memintaku untuk tidak memintanya menyampaikan salam kepada siapapun. menurut sahabat siapa yang sebenarnya salah di sini ? aku atau dia ?

Entahlah, tidak perlu rasanya mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Salam bagiku adalah sebuah penghormatan kepada diri kita. Di balik salam ada do'a setidaknya do'a keselamatan bukan ?
terkadang kita menyepelekan hal kecil namun itu punya dampak besar teruntuk kita. 

Kita tidak perlu berbicara tentang pahala terhadap salam ini. Namun kajilah dari segi ketauhidan kita. Bagiku do’a adalah kekuatan magis yang apapun tidak akan bisa terkalahkan oleh do’a.
Sempat aku memasuki masa kritis dalam mengahadapi penyakitku, aku rasa kekuatan do’a yang maha dahsyat dari sahabat-sahabat dan bahkan keluargalah yang buat aku kembali Allah beri kesempatan.

Do’a adalah obat mujarab yang tidak ada yang mampu membuat resepnya kecuali Allah, yakni dengan campuran keikhlasan manusia, penyerahan yang dilakukan manusia di saat berdo’a dan menyakini bahwa Allahlah yang akan mengadakan dan mengeniadakan sesuatu yang kita do’akan itu. Lalu salam adalah bentuk do’a yang paling sederhana yang telah diracik oleh Allah untuk manusia yang berfikir.

Jangan pernah berlaku sombong dan berlaku apa yang kamu lakukan sesuai koridor agama. Aku menyadari hal, betapa banyak memunafikkan diriku atas hal-hal kecil. Dalam hidup aku selalu memunafikkan diriku. Munafik adalah jalan menuju kekafiran. Tapi bukan manusia bila aku tak diberi akal untuk memperbaiki diri. Dengan menulis inilah aku sekaligus memperingatkan diriku. Menjadikan setiap tulisanku sebagai barometer untukku memperbaiki diri. Tidak satu halpun yang aku bicarakan melainkan apa yang aku biacara adalah pengalamanku sendiri. 

Ibuku yang mengajariku memberikan salam kepada orang lain, setiap oarang yang aku ceritakan kepada ibu pastilah beliau menitipkan salamnya untuk aku sampaikan kepada sahabatku. mungkin ada diantara sahabat atau dosenku yang membaca tulisanku ini yang selalu disibukkan dengan menerima salam dari ibuku. inipulalah yang menjadi kebiasaanku dan menjadikanku terbiasa memberikan salam kepada orang lain.

Jika ini buruk bagi sahabat, maka aku tidak memaksamu untuk menerimanya, hanya saja fikir-fikirlah lagi.

salam cinta

Kejutan Cinta dari Tuhan

30 April 2014
pukul 03.42

ku dengar suara sayup dari sisi kiri pembaringanku....ternyata itu suara ibu yang tengah tilawah.
Melihat gelagatku yang ingin bangkit dari pembaringan, ibu pun berdiri yang menghentikan gerakanku

"apa wan ? Nak kemana ? Biar ibu yang tuntun ya sayang"
darahku berdesir dengan hebat. Ibu tak pernah lelah, di umur rentanya beliau masih ingin menuntunku, seharusnya aku lagi yang menuntun ibu. Sempat aku membenci penyakitku. Andai aku sehat, aku takkan menyusahkan ibu lagi, aku akan selalu melihat senyum ibu.

"wan, nak apa tadi ? Nak minum ke buang air kecik?"
"tak bu, nak duduk ja, dah nak masuk subuhkan ? "
"jap lagi,wan lemas sangat, badan panas, salat duduk ja ambik tayamum ya ?"
"ha.ah"
hanya itu yang bisa ku jawab. Aku harus bekerja keras menahan air mata keharuanku,aku tak ingin ibu menghawatirkan diriku. Aku harus tampak kuat di depan ibu.

Pukul 06.56
aku dibawa ke suatu ruangan yang di dalamnya sudah tersedia senjata yang akan membunuhku.
Bius
suntikan
alat bedah
infus
kantong darah
pendeteksi jantung
tabung oksigen
semua, ku perhatikan satu persatu dengan senyum dan berbisik..ini dia cinta.
Cinta Tuhan akan aku lihat di sini, cinta Tuhan yg istimewa,dari sejuta manusia, hanya aku yang saat ini menikmati cinta Tuhan ini.

"dek, nanti jangan lupa baca basmallah dan shalawat dulu" ungkap kakakku saat dia mengantarkanku masuk ke ruangan bedah tersebut. Aku meminta kakaku agar mengizinkan aku mendengarkan suara resord Al-Mulk untuk terakhir kalinya yang di kirim oleh laki-laki yangku takzimi itu beberapa minggu yang lalu. Aku berkata kepada kakakku. Aku ingin mendengarkan suaranya. Dokter pun mengizinkan dan yang aku ingat terakhir kalinya yaitu jari manis dan telunjukku ditembaki oleh benda kecil dan pandanganku langsung
gelap.
belakangan  aku baru tahu ternyata itu adalah suntikan bius.

3 jam pembedahan berlangsung, aku baru sadarkan diri dengan baik pukul 3 petang, lalu aku kembali pingsan dan pukul 7 lewat baru kembali sadarkan diri.

Aku di pindahkan ke ruangan yang penuh dengan cinta menurutku. Aku hanya bisa terbaring dengan lemah. Kepala di perban dan kaki yang tidak bisa digerakkan dengan sempurna.

01 Mei 2014
pukul 05.12

kakaku menyampaikan sesuatu yang tidak pernah aku duga sebelumnya

"dek, semalam kakak buka WA dari yang adk tanya waktu di ruang bedah itu. Dia pesan sampaikan salam untuk adek"

aku seakan tak percaya, sebab selama ini dia tidak pernah mengirim yang seperti itu untukku, saat itu fikiranku hanya berkata kalau kakakku hanya ingin menghiburku. Lalu, saat di lakukannya pemeriksaan oleh nouse, aku diizinkan untuk memegang hp. Buru-buru aku buka WA ku dan ku cari namanya. Ternyata kakakku tidak berbohong.

Aku senang, bahagia, dan bahkan saat itu rasanya inginku teriakkan kepada makhluk langit bahwa aku sangat mencintainya.

Aku selalu berharap padanya
aku tahu, aku salah telah membuat dirinya khawatir

pukul 09.43
dokter melalukan visit lanjutan padaku pasca operasi di lakukan.
"adik ni hebat lo, dia kuat. Kami team dokter yang melakukan operation tak mengira akan bisa melawti masa kritis dalam waktu yang singkat seperti ini. Bahkan saat ini, kondisi jantung normal, suhu badan juga sudah normal, untuk cityscen nanti kita periksa ulang lab ya"

begitulah ungkapan dokter yang memeriksaku pagi itu. Aku mampu lewati masa kritisku semua berkat do'a dan cinta.

Ustadz Rizal, dosenku yang melawat waktu itu pun berkata 

 "dari sekian banyak penyakit dan manusia, di RS ini hanya ananda yang dapatkan penykit langka ini tandanya di mata Allah, ananda istimewa...ananda sanggup lewati , Allah itu menimpakan sesuatu ujian kepda hambanya sudah pasti dipilih dengan seksama...berarti ananda adalah pilihan terbaik oleh Allah, kalau ananda sanggup melewatinya,ananda akan dapatkan hadiah dan kejutan cinta dari Allah"

 aku percaya yang dikatakan Ustadz Rizal, sebab tak perlu menuggu waktu lama untuk aku mendapati hadiah Tuhan itu, ku dapati sahabat-sahabat yang mencintaiku, yang menunggu kehadiranku, anak-anak didik, yatim piatu  yang selalu menemaniku di rumah sakit ini..aku tidak mengira mereka akan bertahan di rumah sakit yang sudah masuk 4 hari ... Lagi yang terpenting yaitu, aku mendapatkan kejutan cinta dari laki-laki yang ku takzimi

Cinta semua yang buat aku mampu.
Salah jika ada yang berkata bahwa cinta membuat orang menjadi jatuh dan lemah. Jika ada yang hina dengan cinta, yang salah bukanlah cinta, namun yang salah adalah dia yang tidak memahami hakekat cinta.

Saat ini, aku tak dapat memiliki cintaku, tapi itu bukan suatu masalah buatku. Sebab aku memahami hakekat cinta.

Bagiku, melihat dia tersenyum itulah cinta.
Melihat dia bahagia, itulah cinta
melihat dia mampu berjalan dengan tegap tanpa kegelisahan hatinya, itulah cinta
di saat dia mengusap kepala seseorang yang dia cintai itulah cinta.

Intinya, bagiku...cintaku saat ini adalah penyerahan cintaku terhadap seseorang yang di pilih oleh cintaku untuk dia cintai.

Bila bukan aku yang dia pilih untuk dia cinta, artinya aku harus menyerahkan cintaku kepada pilihannya, agar aku tetap dalam melihat senyum nya. Aku rindu dan aku sayang kamu karena Allah.

saat ini, aku akan menjalni berbagai terapi agar aku kembali menatap cinta sekelilingku dengan anggun dan mesra.

PERAN AYAH dalam Mendidik ANAK PEREMPUANnya



Mungkin kita sudah cukup sering mendengar ungkapan bahwa negara kita adalah negara yang "Kehilangan Peran Seorang Ayah".
Benar bahwa peran Ayah sebagai pencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Namun, ada peran yang juga tak kalah penting, yakni mendidik anak-anaknya.

Kali ini kita akan bahas bagaimana peran seorang Ayah bagi masa deoan anak perempuannya kelak.

Ayah...
Ada ungkapan bahwa "Jika seorang Ayah ingin mendidik anak perempuannya, maka cintailah ibunya (istri)".
Bagaimana nasib seorang anak perempuan kelak akan ditentukan dari sikap Ayah dalam memperlakukan pasangan (istri).

Anak perempuan akan merekam dengan detail setiap sikap, perkataan dan bahasa tubuh Ayah kepada Ibunya.
Jika yang ia lihat adalah sikap seorang laki-laki yang menghargai perempunnya, kelak si anak perempuan ini hanya akan memilih pasangan yang pandai memperlakukannya dengan menghargai.

Sebaliknya, jika yang ia lihat adalah sikap seorang laki-laki yang penuh kekerasan fisik dan emosi kepada pasangannya atau sikap yang lemah dan tak bertanggungjawab.
Kelak si anak perempuan ini akan terjebak dalam memilih laki-laki yang mirip tindak tanduknya seperti sang Ayah tadi, walau hatinya terluka melihat tindakan tersebut namun secara alam bawah sadar ia merekam dan menganggap perlakuan ini sebagai hal yang wajar.
dalam hatinya ia berkata: "Nasib perempuan memang diperlakukan seperti ini".

Ayah...
Laki-laki pertama yang jadi panutan dan dicintai oleh seorang perempuan adalah Ayahnya... Jadilah sosok yang layak dicintai... Ayah, tentu ingin Ananda yang cantik ini kelak hidup berbahagia dengan pasangannya...
Semoga kelak Ananda akan dengan teguh berikrar bahwa: "Saya hanya akan mencari pasangan hidup seperti Ayah saya...".

Salam Cinta untuk Para Ayah....

Semantik, Jenis Makna


Saat berlangsungnya diskusi kelas semantik dalam kajian jenis makna, timbul beberapa pertanyaan. sedikit akan saya paparkan berkaitan dengan pertanyaan yang telah diajukan.

  1. Apa ada perbedaan makna reperensial dan nonreperensial ?
Jawaban  : jika dilihat dari segi pemaknaannya. Kita ketahui bahwa makna reperensial merupakan suatu makan yang berdasarkan pada sebuah acuan atau berupa pegangan sedangkan nonreperensial yaitu suatu makna yang di dasarkan tanpa menggunakan acuan ataupun pegangan. Jadi jika di tanya apakah terdapat persamaan pada makna reperensial dengan makna nonreperensial jelas tidak ada persamaannya. Karena satu dan yang lain saling berlawanan.
  1. Mengapa makna afektif lebih terasa secara lisan dibandingkan secara tulisan ?
Jawaban  : Makna afektif lebih terasa secara lisan karena makna afektif merupakan makna yang muncul akibat reaksi pendengar atau pembaca terhadap penggunaan kata atau kalimat. Lebih jauhnya lagi, makna afektif ini muncul akibat dari kalimat yang di utarakan atau di tuliskan karena ada sikap seseorang atau tindakan seseorang. Sehingga makna ini akan lebih terasa jika suatu kalimat itu di lisankan. Misalnya ada kalimat perintah, yang jika di tulis hanya akan ada tanda seru di dalam tulisan sebagai tanda kalimat perintah. Namun jika di lisankan akan ada intonasi bicara sehingga pendengar dapat lebih merasakan efek dari apa yang di tuturkan dan melakukan tindakan terhadap yang dituturkan. Itulah alasan kenapa makna afektif lebih terasa jika di lisankan.
  1. Jelaskan perbedaan makna stalistika !
Jawaban : Stilistika dalam Kridalaksana (2008:227) adalah ilmu yang menyelidiki bahasa yang dipergunakan dalam karya sastra; ilmu interdisipliner antara linguistik dan kesusastraan. Contohnya kata rumah, pondok, istana, keraton, kediaman, tempat tinggal, dan residensi. Menurut pengertian tersebut jelas dapat kita ketahui bahwa kata tersebut bermakna kata  konotatif, yaitu sekelompok kata yang didasarkan atas perasaan atau fikiran yang timbul penutur. Sehingga perbedaan dalam hal stalistika ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandnag atau berbgai disiplin ilmu. Maka terdapatlah perbedaan dari setiap kata yang kita anggap sama.
  1. Jelaskan perbedaan makna mendasar idiom penuh dan makna  idiom sebagian!
Jawaban : perbedaan makna mendasar idiom penuh dan makna  idiom sebagian terdapat pada pemaknaannya. Jika pada idiom penuh itu dimaknai secara keseluruhan sedangkan pada idiom sebagian itu dimaknai hanya sebagian saja sedangkan bagian yang lainnya dimaknai masih dalam makna leksikalnya. Misalnya kata kata membanting  tulang yang bermakna idion itu dimaknai secara keseluruhan yang artinya bekerja keras. Sedangkan pada kata daftar hitam, kata idiomnya hanya terdapat pada kata hitamnya saja yang berarti daftar pencarian orang yang melakukan tindak kejahatan.
  1. Jelaskan idiomatikal dan pribahasa !
Idiomatikal adalah satuan-satuan bahasa baik berupa frase, kata, maupun kalimat yang bertujuan untuk mengungkap sesuatu namun terkadang tidak mudah untuk dimaknai dari segi leksikal maupun gramatikal berbeda dnegan pribahasa adalah suatu bentuk kata yang etrbentuk akibat sebuah perbandingan. Biasanya pribahasa ini berupa ungkapan yang membandingkan sesuatu dan mudah untuk dimaknai oleh pembaca atau mitra tutur. Pribahasa biasanya ditandai dengan kata ba, bagaikan , laksana dan sebagainya. Misal, cintaku bak langit yang tiada berujung. Jadi seakan-akan diungkapkan untuk membandingkan sesuatu.

  1. Jelaskan perbedaan makna kata dan makna istilah!
Jawaban : perbedaan makna kata dan makna istilah, jika makna kata merupakan kata atau leksem memiliki makna sedangkan Makna istilah adalah istilah mempunyai makna yang pasti, yang jelas, yang tidak meragukan, meskipun tanpa konteks kalimat. Oleh karena itu sering dikatakan bahwa istilah itu bebas konteks
  1. Jelaskan maksud yang sama antara idiom ungkapan dan metapora!
Jawabannya : maksud yang sama antara idiom, ungkapan dan metapora yaitu jika dilihat dari segi ekspresi, maka ketiganya tergolong contoh ungkapan; dan jika dilihat dari segi  adanya perbandingan maka ketiganya juga termasuk metafora.

  1. Jelaskan makna leksikal dan makna denotatif!
Jawabannya : Makna leksikal merupakan makna unsur-unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa, dll; makna leksikal ini dipunyai unsur-unsur bahasa lepas dari penggunaannya atau konteksnya (Kridalaksana , 2008: 149).  Sedangkan makna denotatif atau denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu; sifatnya obyektif (Kridalaksana, 2008: 46).
  1. Jelaskan makna konotatif dapat berubah dari waktu ke waktu !
Jawaban: makna konotatif dapat berubah dari waktu ke waktu karena berfungsi untuk memperhalus kata yang digunakan. Kita ketahui bahwa kata itu bersifat dinamis, termasuk untuk makna kenotatif. Kata yang bersifat konotatif akan bisa berubah-ubah . Misalnya kata PHK diganti dengan kata  di rumahkan.

  1. Jelakan makna kolotatif !
Jawabannya : Makna kolokatif merupakan makna yang mengandung asosiasi-asosiasi yang diperoleh suatu kata, yang disebabkan oleh makna kata-kata lain yang cenderung muncul di dalam lingkungannya. Dengan kata lain, makna kolokatif juga merupakan makna yang berkenaan dengan makna dalam kaitannya dengan makna kata lain yang mempunyai “tempat” yang sama dalam sebuah frase (ko=sama, bersama; lokasi=tempat).